Bencana Alam

Gejolak Gunung Merapi, Tren Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi

224 Views

NASIONAL, OborDewata.com – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih menunjukkan tren cukup tinggi, dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan Sabtu (25/7/2026), gunung yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah ini mencatatkan puluhan kali guguran lava signifikan.

Iklan

Poin Utama Laporan Aktivitas Merapi:

34 Kali Guguran Lava: Mengarah ke sektor barat daya (Kali Sat/Putih, Kali Krasak, dan Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter (2 Km). Ini menandakan suplai magma masih terus berlangsung.

Iklan

Kegempaan Padat: Terekam 79 kali gempa guguran, 72 kali gempa hybrid/fase banyak, 2 kali gempa vulkanik dangkal, dan 3 kali gempa tektonik jauh.

Kondisi Puncak: Asap kawah putih bertekanan lemah teramati setinggi 10–25 meter di atas puncak.

Status Pertahankan Level III (SIAGA)

BPPTKG menegaskan bahwa status aktivitas Gunung Merapi saat ini masih berada pada Level III (Siaga) dengan potensi ancaman bahaya sebagai berikut:

Sektor Selatan–Barat Daya: Sungai Boyong (maksimal 5 Km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 Km).

Sektor Tenggara: Sungai Woro (3 Km) dan Sungai Gendol (5 Km).

Erupsi Eksplosif: Lontaran material vulkanik berpotensi menjangkau radius 3 Km dari puncak kawah.

Imbauan Penting untuk Warga

BPPTKG meminta masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun, di dalam daerah potensi bahaya yang telah masuk dalam ketetapan.

Selain itu, warga yang bermukim di sekitar Kawasan Rawan Bencana (KRB) juga imbauannya mewaspadai bahaya lahar hujan serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi curah hujan tinggi, serta mengantisipasi potensi sebaran abu vulkanik. (*)