Dalam peninjauan tersebut, Giri Prasta didampingi Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. Kunjungan ini bertujuan memastikan pelaksanaan program bedah rumah berjalan sesuai kebutuhan masyarakat serta menghasilkan hunian yang layak, aman, dan nyaman.
Rumah milik keluarga I Gede Yogi Agus Cahaya menjadi salah satu sasaran program yang bersumber dari Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bali Tahun Anggaran 2026. Melalui program tersebut, keluarga penerima manfaat memperoleh bantuan sebesar Rp75 juta untuk pembangunan rumah layak huni.
Rumah yang dibangun dirancang satu lantai dengan luas 30 meter persegi, dilengkapi dua kamar tidur, teras, serta kamar mandi. Fasilitas tersebut diharapkan mampu memberikan lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat dan mendukung aktivitas keluarga sehari-hari.
Saat meninjau kondisi rumah, Giri Prasta melihat langsung sejumlah keterbatasan yang selama ini dihadapi keluarga tersebut. Kondisi bangunan sebelumnya tergolong tidak layak huni. Salah satu kamar tidur bahkan harus difungsikan sebagai dapur. Selain itu, genteng mengalami kebocoran, sementara lantai teras masih berupa tanah.
Kondisi kamar mandi juga memprihatinkan karena mengalami kerusakan berat dan belum dilengkapi atap. Keluarga tersebut pun belum mendapatkan layanan air bersih melalui jaringan PDAM sehingga masih mengandalkan sumur tradisional untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Melihat kondisi tersebut, Giri Prasta menegaskan agar pelaksanaan pembangunan tidak hanya mengejar penyelesaian fisik, tetapi juga memperhatikan kualitas konstruksi dan kelengkapan fasilitas dasar.
Menurutnya, program bedah rumah harus benar-benar memberikan manfaat bagi penerima bantuan. Rumah yang dibangun harus memenuhi standar kelayakan sehingga penghuninya dapat tinggal dengan lebih aman, sehat, dan nyaman.
“Pembangunan harus memperhatikan kualitas, mulai dari konstruksi hingga fasilitas pendukungnya. Jangan sampai rumah selesai dibangun, tetapi belum memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang menempatinya,” menjadi penekanan dalam pelaksanaan program tersebut.
Sementara itu, istri penerima manfaat, I Dewa Ayu Putu Mega Ariantini, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali atas bantuan yang diberikan kepada keluarganya.
Ia mengaku bantuan tersebut sangat berarti mengingat kondisi ekonomi keluarga yang masih terbatas. Dalam kesehariannya, Mega Ariantini bekerja membuat perlengkapan upakara berupa tamas, sedangkan suaminya bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Matur suksma, Bapak Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta, atas bantuan bedah rumahnya. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi keluarga kami,” ungkapnya saat berdialog dengan Wagub Bali dan Bupati Jembrana.
Tidak hanya memberikan perhatian terhadap kondisi tempat tinggal, Giri Prasta juga menunjukkan kepeduliannya terhadap pendidikan anak keluarga penerima manfaat. Dalam kesempatan tersebut, ia menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp500 ribu kepada Putu Bagus Andi Yoga Sulung, yang kini duduk di bangku kelas II SD Negeri Banyubiru.
Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi Putu Bagus untuk terus belajar dan meraih cita-cita.
Melalui program bedah rumah ini, Pemprov Bali berharap semakin banyak keluarga kurang mampu yang dapat menikmati hunian layak. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan dasar, khususnya tempat tinggal yang sehat dan aman. (rls/tim)





















