BALI, OborDewata.com – Dampak musim kemarau yakni kekeringan di Jembrana mulai meluas.
Jika sebelumnya menyalurkan ke sekolah, kini BPBD Jembrana sudah menyalurkan ke masyarakat. Adalah di Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana di dua titik atau dua lingkungan wilayah setempat. Total sudah ada 7.000 liter air bersih tersalurkan di dua titik tersebut.
Menurut data, penyaluran air bersih di Lingkungan Pancardawa, Kelurahan Pendem. Di lokasi ini ada dua tandon air yang sebelumnya terpasang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan. Total air bersih yang sudah di titik ini sebanyak 4.500 liter.
Sementara di Lingkungan Dewasana, Kelurahan Pendem menyebabkan sebanyak 35 KK mengalami kesulitan air bersih. Petugas kemudian melakukan asesmen dan melakukan upaya darurat, dengan melakukan pemasangan satu unit tandon air dan mendistribusikan air bersih sebanyak 2.500 liter untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak di Lingkungan Dewasana.
“Total sudah ada tiga titik penyaluran air bersih dari kami. Yang pertama sekolah kemudian ada dua titik di masyarakat di Kelurahan Pendem,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Jembrana, I Nyoman Winata.
Dia menyebutkan, distribusi air bersih pertama sudah sekitar dua pekan yang lalu. Kemudian untuk penyaluran air bersih di dua lingkungan wilayah Kelurahan Pendem baru Sabtu dan Minggu kemarin.
“Di Pendem kemarin ada puluhan KK yang terdampak. Itu penyebabnya karena debit air dari mata air yang jadi sumber kebutuhan warga berkurang karena musim kemarau. Menurunnya debit air sudah terasa warga sejak dua pekan terakhir,” ungkapnya.
Dia berharap, distribusi air bersih ini bisa membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga yang terdampak. Kemudian seluruh masyarakat yang kemungkinan mengalami kesulitan air bersih bisa melaporkan kondisi tersebut ke BPBD Jembrana melalui apart desa/kelurahan setempat untuk tindak lanjut.
“Sejauh ini baru tiga titik distribusi air bersih. Kami harap, aparat desa/kelurahan bisa segera menyampaikan jika ada warga yang mulai kesulitan akses air bersih karena terdampak kemarau,” tandasnya. (*)














