• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Opini

Kremasi di Bali, Pilihan Budaya atau Pelarian dari Tekanan Sosial?

Obor Dewata by Obor Dewata
30/04/2026
in Opini
0
I Kadek Saputra

72
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: I Kadek Saputra

Wajah Bali sedang berubah. Di balik gemerlap industri pariwisata yang kian masif, terselip sebuah dilema besar bagi krama (warga) Hindu di Bali. Tuntutan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan memaksa banyak orang menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat kerja. Dampaknya nyatanya tradisi ngayah gotong royong tulus ikhlas di banjar kian terhimpit oleh absensi kerja.

Bagi generasi muda yang sedang meniti karier, memilih antara tanggung jawab profesional dan kewajiban adat bukan perkara mudah. Sayangnya, ketidakhadiran di banjar sering kali berbuah stigma. Cibiran halus seperti “Nak sibuk megae ye” (dia sibuk bekerja) atau sindiran “Tumben ci ngenah” (tumben kamu kelihatan) saat sesekali datang, menjadi “kerikil” mental bagi warga. Tidak hanya itu saja, bahkan sanksi sosial yang terberat di banjar menerima Kasepekang. Yakni sanksi adat Bali terberat berupa pengucilan atau pengasingan sosial dari banjar adat. Warga yang dikenai sanksi ini tidak diajak bicara, kehilangan hak menggunakan fasilitas banjar, dan sering kali diikuti kanorayang (pemecatan adat). Sanksi ini diterapkan akibat pelanggaran berat terhadap awig-awig.

Perasaan malu, tidak enak hati, hingga rasa enggan karena merasa sudah terasing dari lingkungan banjar akhirnya memicu sebuah tren baru pelarian menuju kremasi instan.

BacaJuga

No Content Available

Kremasi kini bukan sekadar prosesi penyucian jenazah lewat api, melainkan dipandang sebagai solusi praktis dan murah bagi mereka yang ingin menghindari kerumitan sosial. Dengan memilih paket kremasi di krematorium, prosesi yang biasanya melibatkan seluruh krama banjar dan memakan waktu berhari-hari, kini bisa diringkas menjadi satu hari saja. Cukup bayar, selesai, dan abu dilarung. Tidak ada lagi beban harus mengerahkan massa, tidak ada lagi rasa sungkan karena jarang ngayah. Disinilah pergeseran makna kremasi terjadi. Pergeseran dari Komunal ke individual, dimana ngaben tradisional identik dengan gotong royong (mabebasan/krama desa), sedangkan krematorium cenderung lebih individualis dan tidak melibatkan banyak orang.

Adanya perubahan ekistensi makna, menjadikan fenomena menyisakan pertanyaan besar. Apakah kremasi dipilih murni karena keterbatasan lahan dan efisiensi waktu? Ataukah ini adalah bentuk protes diam krama terhadap lingkungan sosial banjar yang kian menghakimi mereka yang sibuk bekerja?

Memang, jasa pemakaman dan krematorium sangat membantu dalam menjaga ketertiban dan penghormatan terhadap jenazah di tengah kesibukan modern. Namun, jika kremasi dipilih hanya karena rasa malu atau takut disindir tetangga, maka ada yang salah dengan cara kita bermasyarakat.

Jangan sampai kemudahan teknologi dan jasa kremasi justru mengikis esensi banjar sebagai wadah persaudaraan. Kremasi seharusnya menjadi pilihan spiritual yang terhormat, bukan sekadar pelarian bagi mereka yang merasa terasing di tanah kelahirannya sendiri akibat tuntutan ekonomi. Budaya Bali memang harus beradaptasi dengan kebutuhan zaman, namun jangan sampai kehilangan rasa hanya karena kita terlalu sibuk mencari angka. (*)

Tags: #kadeksaputra #kremasi #opini
Obor Dewata

Obor Dewata

Related Posts

Menjaga Petani, Menjaga Bali: Menguatkan Sawah, Subak, dan Masa Depan Pariwisata
Opini

Menjaga Petani, Menjaga Bali: Menguatkan Sawah, Subak, dan Masa Depan Pariwisata

28/07/2026
Kremasi di Bali, Pilihan Budaya atau Pelarian dari Tekanan Sosial?
Opini

Dilemanya Petani Bali, Antara Tanam Padi atau Tanam Beton

25/07/2026
Indonesia Emas Tahun 2045 Hanya Impian? Menjadi Tua Sebelum Kaya
Opini

Indonesia Emas Tahun 2045 Hanya Impian? Menjadi Tua Sebelum Kaya

21/07/2026
Prof Tadjuddin: Koperasi Desa Merah Putih Untuk siapa?
Opini

Prof Tadjuddin: Koperasi Desa Merah Putih Untuk siapa?

06/07/2026
Sun Flower RSBM: Doa dan Harapan Kehidupan Baru Bagi Penyintas Kanker
Opini

Sun Flower RSBM: Doa dan Harapan Kehidupan Baru Bagi Penyintas Kanker

01/07/2026
Rekayasa Kenyamanan Termal, Membuktikan Kombinasi Material Dinding Bangunan Bisa Jadi “AC Alami”
Opini

Rekayasa Kenyamanan Termal, Membuktikan Kombinasi Material Dinding Bangunan Bisa Jadi “AC Alami”

23/05/2026
Next Post
Polda Bali Gandeng Pertamina–Hiswana Migas, Perketat Distribusi BBM dan LPG Bersubsidi

Polda Bali Gandeng Pertamina–Hiswana Migas, Perketat Distribusi BBM dan LPG Bersubsidi

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tanah Lot Art and Food Festival VII Siap Semarakkan Pariwisata Tabanan Akhir Agustus

Tanah Lot Art and Food Festival VII Siap Semarakkan Pariwisata Tabanan Akhir Agustus

28/07/2026
Vinfast Bersama PT Sentrik Persada Nusantara Hadirkan Motor Listrik di Bali

Vinfast Bersama PT Sentrik Persada Nusantara Hadirkan Motor Listrik di Bali

29/07/2026
Ketua DPRD Badung, Bersama Bupati Tinjau Penataan Pedestrian Pantai Kuta

Ketua DPRD Badung, Bersama Bupati Tinjau Penataan Pedestrian Pantai Kuta

04/07/2026
Terduga Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok Massa di Baturiti, Polisi Selidiki Keterlibatan Pelaku Penganiayaan

Terduga Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok Massa di Baturiti, Polisi Selidiki Keterlibatan Pelaku Penganiayaan

25/07/2026
Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

0
Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

0
PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

0
Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

0
Vinfast Bersama PT Sentrik Persada Nusantara Hadirkan Motor Listrik di Bali

Vinfast Bersama PT Sentrik Persada Nusantara Hadirkan Motor Listrik di Bali

29/07/2026
Petani Bunga Pacah Bertahan Hadapi Cuaca dan Fluktuasi Harga, KUR BRI Perkuat Modal Usaha

Petani Bunga Pacah Bertahan Hadapi Cuaca dan Fluktuasi Harga, KUR BRI Perkuat Modal Usaha

29/07/2026
Ribuan Liter Air Disalurkan di Jembrana di Musim Kemarau Ini

Ribuan Liter Air Disalurkan di Jembrana di Musim Kemarau Ini

29/07/2026
Misteri Penemuan Mayat Membusuk di Kamar Kos Denpasar

Fakta Terduga Maling Ayam Bawa Sajam Saat Digerebek Warga

29/07/2026
Currently Playing
Vinfast Bersama PT Sentrik Persada Nusantara Hadirkan Motor Listrik di Bali

Vinfast Bersama PT Sentrik Persada Nusantara Hadirkan Motor Listrik di Bali

29/07/2026
Petani Bunga Pacah Bertahan Hadapi Cuaca dan Fluktuasi Harga, KUR BRI Perkuat Modal Usaha

Petani Bunga Pacah Bertahan Hadapi Cuaca dan Fluktuasi Harga, KUR BRI Perkuat Modal Usaha

29/07/2026
Ribuan Liter Air Disalurkan di Jembrana di Musim Kemarau Ini

Ribuan Liter Air Disalurkan di Jembrana di Musim Kemarau Ini

29/07/2026

TENTANG OBOR DEWATA

Obordewata merupakan salah satu media online yang terpecaya dengan menyajikan berita secara aktual.

obordewata.png
Obordewata
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 obordewata.com

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 obordewata.com