• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Senin, September 21, 2026
  • Login
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Opini

Kremasi di Bali, Pilihan Budaya atau Pelarian dari Tekanan Sosial?

Obor Dewata by Obor Dewata
30/04/2026
in Opini
0
I Kadek Saputra

172
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BacaJuga

No Content Available

Oleh: I Kadek Saputra

Wajah Bali sedang berubah. Di balik gemerlap industri pariwisata yang kian masif, terselip sebuah dilema besar bagi krama (warga) Hindu di Bali. Tuntutan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan memaksa banyak orang menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat kerja. Dampaknya nyatanya tradisi ngayah gotong royong tulus ikhlas di banjar kian terhimpit oleh absensi kerja.

Bagi generasi muda yang sedang meniti karier, memilih antara tanggung jawab profesional dan kewajiban adat bukan perkara mudah. Sayangnya, ketidakhadiran di banjar sering kali berbuah stigma. Cibiran halus seperti “Nak sibuk megae ye” (dia sibuk bekerja) atau sindiran “Tumben ci ngenah” (tumben kamu kelihatan) saat sesekali datang, menjadi “kerikil” mental bagi warga. Tidak hanya itu saja, bahkan sanksi sosial yang terberat di banjar menerima Kasepekang. Yakni sanksi adat Bali terberat berupa pengucilan atau pengasingan sosial dari banjar adat. Warga yang dikenai sanksi ini tidak diajak bicara, kehilangan hak menggunakan fasilitas banjar, dan sering kali diikuti kanorayang (pemecatan adat). Sanksi ini diterapkan akibat pelanggaran berat terhadap awig-awig.

Perasaan malu, tidak enak hati, hingga rasa enggan karena merasa sudah terasing dari lingkungan banjar akhirnya memicu sebuah tren baru pelarian menuju kremasi instan.

Kremasi kini bukan sekadar prosesi penyucian jenazah lewat api, melainkan dipandang sebagai solusi praktis dan murah bagi mereka yang ingin menghindari kerumitan sosial. Dengan memilih paket kremasi di krematorium, prosesi yang biasanya melibatkan seluruh krama banjar dan memakan waktu berhari-hari, kini bisa diringkas menjadi satu hari saja. Cukup bayar, selesai, dan abu dilarung. Tidak ada lagi beban harus mengerahkan massa, tidak ada lagi rasa sungkan karena jarang ngayah. Disinilah pergeseran makna kremasi terjadi. Pergeseran dari Komunal ke individual, dimana ngaben tradisional identik dengan gotong royong (mabebasan/krama desa), sedangkan krematorium cenderung lebih individualis dan tidak melibatkan banyak orang.

Adanya perubahan ekistensi makna, menjadikan fenomena menyisakan pertanyaan besar. Apakah kremasi dipilih murni karena keterbatasan lahan dan efisiensi waktu? Ataukah ini adalah bentuk protes diam krama terhadap lingkungan sosial banjar yang kian menghakimi mereka yang sibuk bekerja?

Memang, jasa pemakaman dan krematorium sangat membantu dalam menjaga ketertiban dan penghormatan terhadap jenazah di tengah kesibukan modern. Namun, jika kremasi dipilih hanya karena rasa malu atau takut disindir tetangga, maka ada yang salah dengan cara kita bermasyarakat.

Jangan sampai kemudahan teknologi dan jasa kremasi justru mengikis esensi banjar sebagai wadah persaudaraan. Kremasi seharusnya menjadi pilihan spiritual yang terhormat, bukan sekadar pelarian bagi mereka yang merasa terasing di tanah kelahirannya sendiri akibat tuntutan ekonomi. Budaya Bali memang harus beradaptasi dengan kebutuhan zaman, namun jangan sampai kehilangan rasa hanya karena kita terlalu sibuk mencari angka. (*)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #kadeksaputra #kremasi #opini
spot_img
Obor Dewata

Obor Dewata

Related Posts

Pariwisata Regeneratif: Jalan Baru Bali Menjaga Desa, Budaya, dan Alam
Opini

Denpasar, Buleleng, dan Tabanan Lampaui Batas Atas Inflasi: Saatnya TPID Bergerak Bersama hingga Akhir 2026

05/09/2026
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal
Opini

Sarjana Menganggur: Kebijakan apa yang dibutuhkan

29/08/2026
Kremasi di Bali, Pilihan Budaya atau Pelarian dari Tekanan Sosial?
Opini

Menagih Janji Sekolah Gratis 0 Rupiah di Tengah Pungutan Komite yang Mencekik

18/08/2026
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal
Opini

Kebijakan Sosial Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

17/08/2026
Pariwisata Regeneratif: Jalan Baru Bali Menjaga Desa, Budaya, dan Alam
Opini

Pariwisata Regeneratif: Jalan Baru Bali Menjaga Desa, Budaya, dan Alam

12/08/2026
Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih
Opini

Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

08/08/2026
Next Post
Polda Bali Gandeng Pertamina–Hiswana Migas, Perketat Distribusi BBM dan LPG Bersubsidi

Polda Bali Gandeng Pertamina–Hiswana Migas, Perketat Distribusi BBM dan LPG Bersubsidi

ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

08/08/2026
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

Kebijakan Sosial Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

17/08/2026
Kremasi di Bali, Pilihan Budaya atau Pelarian dari Tekanan Sosial?

Menagih Janji Sekolah Gratis 0 Rupiah di Tengah Pungutan Komite yang Mencekik

18/08/2026
Prof Tadjudin Ungkap Jeritan Mematikan di Balik Beton, Rampas Hak Rakyat

Liarnya Korupsi di Indonesia, Nilainya Fantastis

04/08/2026
Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

0
Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

0
PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

0
Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

0
BRI Resmikan Gedung Baru Branch Office Kuta, Perkuat Layanan Perbankan di Kawasan Pariwisata Bali

BRI Resmikan Gedung Baru Branch Office Kuta, Perkuat Layanan Perbankan di Kawasan Pariwisata Bali

19/09/2026
Duta Tabanan Borong 18 Prestasi di UDG Bali XXXIII

Duta Tabanan Borong 18 Prestasi di UDG Bali XXXIII

18/09/2026
OJK Cabut Izin BPR Pasarraya Kuta, LPS Siapkan Proses Likuidasi

OJK Cabut Izin BPR Pasarraya Kuta, LPS Siapkan Proses Likuidasi

18/09/2026
Gubernur Koster Hadiri Serah Terima Lahan dan Hibah Aset Universitas Terbuka kepada Pemprov Bali

Gubernur Koster Hadiri Serah Terima Lahan dan Hibah Aset Universitas Terbuka kepada Pemprov Bali

18/09/2026
Currently Playing
BRI Resmikan Gedung Baru Branch Office Kuta, Perkuat Layanan Perbankan di Kawasan Pariwisata Bali

BRI Resmikan Gedung Baru Branch Office Kuta, Perkuat Layanan Perbankan di Kawasan Pariwisata Bali

19/09/2026
Duta Tabanan Borong 18 Prestasi di UDG Bali XXXIII

Duta Tabanan Borong 18 Prestasi di UDG Bali XXXIII

18/09/2026
OJK Cabut Izin BPR Pasarraya Kuta, LPS Siapkan Proses Likuidasi

OJK Cabut Izin BPR Pasarraya Kuta, LPS Siapkan Proses Likuidasi

18/09/2026

TENTANG OBOR DEWATA

Obordewata merupakan salah satu media online yang terpecaya dengan menyajikan berita secara aktual.

obordewata.png
Obordewata
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 obordewata.com

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 obordewata.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d