• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
  • Login
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Sosial Budaya

Bahaya Kedatangan Sang Hyang Kala Tiga Sebelum Galungan

Astra by Astra
19/04/2025
in Sosial Budaya
0
Dalam lontar Sundarigama bahwa sebelum hari suci Galungan. Maka akan ada godaan dari Sang Hyang Kala Tiga yang turun ke dunia.

169
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BacaJuga

Kalender Rahinan & Piodalan Hindu Selama Bulan Juli 2026

Netralisir Bhuta Amengkurat & Persiapan Sambut Roh Leluhur

BALI, OborDewata.com  – Dalam lontar Sundarigama, bahwa sebelum hari suci Galungan. Maka akan ada godaan dari Sang Hyang Kala Tiga yang turun ke dunia.

Sang Hyang Kala Tiga ini, adalah Sang Bhuta Galungan, Sang Bhuta Dungulan, dan Sang Bhuta Amengkurat. Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti, berkata agar umat Hindu berhati-hati saat Sang Kala Tiga turun sebelum Galungan.

Hari raya Galungan, adalah hari yang sangat suci dan keramat sekali, khususnya oleh umat Hindu. “Karena hari Galungan, adalah momentum merayakan kemenangan Dharma melawan Adharma.

Yang artinya bahwa kita harus bisa terlebih dulu menundukkan sifat-sifat angkara murka, loba, tamak, iri hati, dendam, nafsu duniawi yang berlebihan, dan hal-hal lainnya yang bersifat negatif,” tegas beliau.

Apabila hal ini bisa tunduk, barulah seseorang bisa mengklaim kemenangan Dharma. “Namun sebaliknya apabila kita belum bisa mengatasi hal tersebut, maka kemenangan Dharma terhadap Adharma hanyalah baru angan-angan,” tegas beliau.

Untuk itu ida rsi mengajak umat memerangi sifat-sifat Adharma, agar betul-betul musnah dari dalam diri. “Karena sesungguhnya peperangan ini adalah peperangan yang ada dalam diri sendiri. Karena musuh sesungguhnya tidaklah jauh, tetapi ada di dalam diri kita sendiri,” imbuh beliau.

Hal ini sesuai dengan isi kekawin yang menyatakan musuh-musuh itu tidak jauh, karena sesungguhnya ada pada diri sendiri. Oleh karena itu, untuk bisa mengatakan Galungan adalah kemenangan Dharma melawan Adharma, maka seseorang sangat harus bisa memerangi sifat-sifat negatif dalam dirinya terlebih dahulu.

Sehingga untuk menyongsong Galungan, dirinya telah dalam keadaan bebas dari hal-hal negatif. Munculnya hal-hal negatif, kata beliau, akan tambah parah lagi dengan turunnya Sang Hyang Bhuta atau Sang Hyang Kala Tiga Galungan.

Karena Sang Hyang Bhuta Tiga Galungan ini, akan menggoda keteguhan iman manusia di saat-saat akan merayakan hari raya suci Galungan.

“Nah apabila Sang Hyang Kala Tiga Galungan berhasil, maka Galungan yang semestinya merupakan hari yang menggembirakan, akan berubah menjadi hari yang mengecewakan, karena ulah kita sendiri,” ucap beliau.

Oleh sebab itu menjelang Galungan, sebagai umat Hindu harus sangat berhati-hati dan kuat iman karena godaan dari Sang Hyang Kala Tiga Galungan akan selalu mengintai.

Dalam lontar Sri Jaya Kesunu, bahwa Sang Hyang Kala Tiga Galungan akan turun pada Redite Paing Wuku Dungulan. Sang Hyang Kala Tiga Galungan ini, terdiri dari tiga sosok niskala.

Sang Bhuta Galungan konon turun saat Redite Paing Dungulan. Kemudian, Sang Bhuta Dungulan yang turun saat Soma Pon Dungulan. Dan ketiga, Sang Bhuta Amengkurat yang turun saat Anggara Wage Dungulan.

“Ketiga-tiganya ini yang selalu menggoda kehidupan iman manusia yang sedang menyiapkan diri untuk merayakan hari suci Galungan,” tegas beliau.

Saat turunnya Sang Bhuta Galungan pada Redite Paing Dungulan, maka umat Hindu harus siap-siap menjaga diri, terutama menjaga supaya hal-hal negatif dalam diri seperti marah, dengki, iri, sombong, arogan dan lain sebagainya bisa terkendali.

“Kita harus bisa meredam dan mengurung gejolak-gejolak negatif dalam diri sehingga tidak muncul. Maka Redite Paing Dungulan atau hari panyekeban, atau ‘Anyekung Jnana Sudha Nirmala’ yang artinya mengendalikan diri untuk bisa mencapai kesucian. Karena saat itu, Sang Bhuta Galungan sudah turun, dan kita harus waspada,” sebut beliau.

Hari panyekeban ini implementasinya dengan nyekeb pisang untuk persiapan Galungan. Maka dengan adanya simbol ini, sehingga umat harus selalu mawas diri akan adanya musuh dalam diri sendiri, seperti marah, dengki, iri dan sifat negatif lainnya.

“Dalam pesan-pesan para tetua dahulu, pantang kalau kita di rumah tangga bertengkar atau melakukan hal-hal yang negatif saat Redite Dungulan hingga Umanis Galungan, sebab orang tersebut bisa kemasukan oleh roh Sang Bhuta Tiga Galungan,” ucap beliau.

Sehingga percaya atau tidak enam bulan yang akan datang, saat menjelang Galungan lagi keluarga yang bertengkar atau berbuat negatif itu akan terulang lagi pertengkarannya.

“Hal ini bisa hilang apabila kita dapat menyadari dan memotivasi serta dapat mengendalikan diri. Oleh karena itu hati-hatilah saat Sang Tiga Bhuta Galungan sudah turun, karena saat itu mereka akan selalu menggoda kehidupan manusia, sehingga bisa menggagalkan menikmati hari suci Galungan,” tegas mantan dosen Unhi Denpasar ini.

Sedangkan saat penampahan Galungan atau Anggara Wage wuku Dungulan, Sang Bhuta Amengkurat yang turun, maka umat Hindu Nusantara akan melakukan kegiatan panyembelihan atau penampahan, yang memiliki filosofi untuk membunuh segala sifat hewan atau hal-hal yang yang bersifat negatif di dalam diri.

Hari Selasa Wage Dungulan disebut hari penampahan Galungan. Hari Penampahan Galungan ini, kata ida, dengan pemotongan hewan. Sedangkan umat Hindu, harapannya pagi menghaturkan daging jejeron di natar merajan, natar rumah dan di lebuh, agar sang Bhuta Tiga Galungan dalam hal ini Sang Bhuta Amangkurat tidak menggoda dan kembali ke alamnya.

Sedangkan saat itu, atau saat penampahan Galungan ada odalan pada palinggih penunggu karang, berupa haturan nasi roongan (nasi penek besar) sebanyak 4 buah dengan ulam karangan. Palinggih penunggu karang adalah palinggih untuk Sang Kala Maya (setingkat picasa).

Sehingga haturan tersebut tertuju untuk sang picasa yang bernama Sang Kala Maya. Tujuannya agar Sang Bhuta Kala tidak menggoda kehidupan manusia. Sedangkan pada hari Rabu Kliwon wuku Dungulan, ini puncak dari rahinan jagat dan yang sangat suci yaitu hari raya Galungan.

“Apabila kita bisa melewati godaan dan gangguan musuh dalam diri kita berupa kemarahan, kedengkian, kekecewaan kedurhakaan, keserakahan, keegoan serta hal-hal yang bersifat negatif lainnya. Maka barulah kita bisa mengatakan kita sudah menang, atau Dharma menang melawan Adharma,” ucap beliau.

Namun sebaliknya, ketika belum bisa mengalahkan hal-hal yang negatif dalam diri maka tentu saja belum berada pada kemenangan. “Bahkan kita masih dalam kondisi kekalahan. Oleh sebab itu kita sebagai umat Hindu yang memegang teguh tradisi leluhur yang sangat adiluhung, harus selalu mawas diri, dapat selalu instrospeksi agar sifat-sifat negatif (Adharma) dalam diri, betul-betul sirna dan segala godaan dari Sang Hyang Kala Tiga Galungan tidak lagi mempan menyusupi diri kita,” sebut beliau.

Sehingga hari Raya Galungan betul-betul menjadi hari kemenangan Dharma melawan Adharma. “Untuk itu kepada umat sedharma agar berhati-hati di saat Sang Hyang Kala Tiga Galungan turun, karena ketiga bhuta tersebut berusaha selalu menjebol dan mengganggu iman manusia, sehingga gagal mendapatkan kemenangan dan kebahagiaan,” tegas ida rsi. (SHA)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: galunganSang Hyang Kala Tiga
spot_img
Astra

Astra

Related Posts

Ketua Tim Pembina Posyandu Tabanan Ikuti Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum dan Registrasi Posyandu, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak
Sosial Budaya

Ketua Tim Pembina Posyandu Tabanan Ikuti Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum dan Registrasi Posyandu, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

21/10/2026
Memuliakan Sad Kerthi, Gubernur Koster Pimpin Persembahyangan Tumpek Wayang di Pura Dang Khayangan Er Jeruk
Sosial Budaya

Memuliakan Sad Kerthi, Gubernur Koster Pimpin Persembahyangan Tumpek Wayang di Pura Dang Khayangan Er Jeruk

11/10/2026
Rahina Tumpek Wayang, Bupati Sanjaya Ajak Masyarakat Jaga Keharmonisan Alam Bali
Sosial Budaya

Rahina Tumpek Wayang, Bupati Sanjaya Ajak Masyarakat Jaga Keharmonisan Alam Bali

11/10/2026
Gubernur Koster Tetapkan Enam Kawasan Rendah Emisi Kerthi Bhumi  Satwika, Perkuat Langkah Menuju Bali Hijau dan Berkelanjutan
Nasional

Gubernur Koster Tetapkan Enam Kawasan Rendah Emisi Kerthi Bhumi Satwika, Perkuat Langkah Menuju Bali Hijau dan Berkelanjutan

10/10/2026
Lewat “Wastra Hita Kara”, Dekranasda Bali Unjuk Potensi Kain Endek Buleleng ke Kancah Dunia
Sosial Budaya

Lewat “Wastra Hita Kara”, Dekranasda Bali Unjuk Potensi Kain Endek Buleleng ke Kancah Dunia

09/10/2026
Semangat Gotong Royong Kader PKK dan Sungai Watch Sisir Sampah di Hutan Bakau Sidakarya
Kesehatan

Semangat Gotong Royong Kader PKK dan Sungai Watch Sisir Sampah di Hutan Bakau Sidakarya

04/10/2026
Next Post
Musim Nganten, Denpasar Jemput Bola ke 10 Lokasi

Musim Nganten, Denpasar Jemput Bola ke 10 Lokasi

ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

08/08/2026
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

Kebijakan Sosial Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

17/08/2026
Kremasi di Bali, Pilihan Budaya atau Pelarian dari Tekanan Sosial?

Menagih Janji Sekolah Gratis 0 Rupiah di Tengah Pungutan Komite yang Mencekik

18/08/2026
9 Iblis yang Kerap Menyesatkan Manusia Menjadi Setan

9 Iblis yang Kerap Menyesatkan Manusia Menjadi Setan

04/06/2025
Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

0
Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

0
PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

0
Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

0
Demokrat Bali Dukung Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah Demi Fokus Rakyat dan Penguatan Kader

Demokrat Bali Dukung Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah Demi Fokus Rakyat dan Penguatan Kader

23/10/2026
Kapolda Bali Sambangi PHDI, Wayan Sudirta Komisi III DPR RI Beri Apresiasi

Kapolda Bali Sambangi PHDI, Wayan Sudirta Komisi III DPR RI Beri Apresiasi

22/10/2026
Ketua Tim Pembina Posyandu Tabanan Ikuti Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum dan Registrasi Posyandu, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

Ketua Tim Pembina Posyandu Tabanan Ikuti Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum dan Registrasi Posyandu, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

21/10/2026
Festival Tring Pegadaian Hadirkan Musisi dan BeragamKeseruan dalam Perayaan Ulang Tahun Tring

Festival Tring Pegadaian Hadirkan Musisi dan BeragamKeseruan dalam Perayaan Ulang Tahun Tring

20/10/2026
Currently Playing
Demokrat Bali Dukung Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah Demi Fokus Rakyat dan Penguatan Kader

Demokrat Bali Dukung Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah Demi Fokus Rakyat dan Penguatan Kader

23/10/2026
Kapolda Bali Sambangi PHDI, Wayan Sudirta Komisi III DPR RI Beri Apresiasi

Kapolda Bali Sambangi PHDI, Wayan Sudirta Komisi III DPR RI Beri Apresiasi

22/10/2026
Ketua Tim Pembina Posyandu Tabanan Ikuti Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum dan Registrasi Posyandu, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

Ketua Tim Pembina Posyandu Tabanan Ikuti Sosialisasi Keluarga Sadar Hukum dan Registrasi Posyandu, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

21/10/2026

TENTANG OBOR DEWATA

Obordewata merupakan salah satu media online yang terpecaya dengan menyajikan berita secara aktual.

obordewata.png
Obordewata
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 obordewata.com

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 obordewata.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d