• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Agustus 12, 2026
  • Login
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Sosial Budaya

MAKNA Nyegara Gunung Hingga Ngelinggihan, Untuk Atma Menyatu dengan Brahman

Obor Dewata by Obor Dewata
18/09/2024
in Sosial Budaya
0
Prosesi upacara ngaben. (foto: ist)

168
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BacaJuga

Pariwisata Regeneratif: Jalan Baru Bali Menjaga Desa, Budaya, dan Alam

Sekda Tabanan Pastikan Pemkab Kooperatif, Hormati Proses Hukum Dugaan Korupsi Dinas Kesehatan

BALI, OborDewata.com – Kematian adalah teman tak kasat mata, dari setiap makhluk hidup di dunia, tak terkecuali manusia. Maka dari itu, seharusnya manusia sadar bahwa kematian akan datang kapan saja sesuai dengan takdirnya. Namun sayangnya manusia tidak bisa menentukan kapan kematiannya. Jika manusia menentukan sendiri kematiannya, maka itu adalah ulah pati dan itu adalah dosa besar. Sebab mengakhiri hidupnya sebelum waktunya. Ada pula meninggal salah pati, seperti meninggal dunia karena kecelakaan atau dengan cara yang tidak wajar. Banyak sumber yang mengatakan, bahwa manusia yang meninggal salah dan ulah pati maka rohnya akan tersesat.


Untuk itu, dalam Hindu ada beberapa upacara agar roh yang tersesat atau kesasar ini kembali ke jalan yang seharusnya. Upacara tersebut seperti upacara pangulapan. Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda, menjelaskan bahwa roh manusia yang meninggal sangat mungkin tersesat.
“Upacara-upacara keagamaan, seperti ngaben tentu saja membantu proses roh ini menjadi lebih cepat. Namun semua itu kembali ke karmanya masing-masing,” jelas beliau.
Sehingga manusia tidak dapat menentukan, roh tersebut akan segera bereinkarnasi atau tidak. Sebab semua itu adalah rahasia ilahi, tidak ada siapapun yang tahu.
Hal inilah, kata beliau, yang mendasari agar setiap umat manusia bisa menjaga diri dari karma buruk. Sesuai dengan ajaran Tri Kaya Parisudha dan Tri Hita Karana, sebagai upaya dalam mencapai kebahagiaan lahir-batin dan dunia-akhirat.


Semua umat Hindu, memiliki satu cita-cita mulia saat meninggal dunia nanti. Yaitu disebut ‘Mokshartham Jagadhita Ya Ca Iti Dharma’. Atau mencapai moksa, yaitu menyatunya antara Atman dengan Brahman (Tuhan).
Namun tentu saja untuk mencapai moksa ini, bukanlah perkara mudah. Apalagi manusia selama hidup terikat Panca Indria, dan karma.
Sehingga semua itu harus terbayarkan dengan bereinkarnasi kembali. Bahkan bereinkarnasi pun belum tentu menjadi manusia kembali.
Untuk itu, di dalam masyarakat Hindu di Bali khususnya harapan mencapai moksa ini terbantu dengan upacara agama.
Serta membangun palinggih rong tiga (telu), sebagai simbol harapan mencapai moksa. Hal ini kata oleh Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti.
Beliau mengatakan sarana dan prasarana upacara ngelinggihan, dan upacara nilapati adalah sebagai berikut.
Sarana upakara yang diperlukan untuk di kamulan adalah banten pangresikan, diantaranya banten byokawon, banten tatebasan dumenggala, banten tatebasan prayascita, banten pangulapan, Banten lis amu-amuan, ririan.
Kemudian ada pula banten ring sanggah Surya, yakni daksina saha suci, banten pejati asoroh, banten rayunan atau hyunan putih kuning asoroh, canang pasucian, kalungah nyuh gading kinasturi. Lalu ada banten caru tapakan, yakni banten caru ayam putih mulus asoroh, dan banten glar sangah asoroh.
Banten ring arepan Sang Dewa Pitara, adalah banten rayunan putih kuning. Kemudian di merajan khususnya di Kamulan Rong Tiga, adalah banten daksina, saha suci asoroh, banten pejati asoroh, dan hyunan putih kuning asoroh.


Ada pula banten ayaban atau pamereman. Diantaranya, daksina saha suci asoroh. Banten pejati asoroh, banten ayaban tumpeng solas asoroh. Kemudian banten sasayut guru, banten sasayut pemahayu sot. Banten panglebar asoroh dan banten arepan sang pamuput.
“Adapun tatanan (dudonan) acaranya adalah, setelah datang dari ngulapin/ngedetin (nyegara gunung), Dewa Pitara atau Ida Bhatara-bhatari lalu dituntun ke merajan,” sebut beliau.
Sebelum ditempatkan di rong tiga, acara tirta pangresikan dijalankan lebih dahulu. Dengan disiapkan oleh jero mangku, seperti banten byokawon, durmenggala, prayascita, pangulapan, dan lis amu-amu. Setelah itu, ngayaban caru petapakan dan gelar sanga.
Dewa Pitara kalinggihang di rong tiga, tetapi sebelum ditempatkan di rong tiga, Dewa Pitara atau Ida Bhatara-bhatari agar dapat napak atau menginjak caru.
“Daksina sane lanang (laki-laki), ditempatkan di Rong Tiga yang berada di luwanan (kaja) dari palinggih rong yang di luwanan,” jelas beliau. Sementara daksina sang istri, ditempatkan di tebenan atau kelod di rong tiga (tebenan) dari palinggih.


Kemudian tempatkan di hadapan Dewa Pitara atau Ida Bhatara-bhatari, dengan rayunan putih kuning, pejati, suci lan sane tiosan.
“Sesudah Dewa Pitara malinggih dan siap dengan rayunan seperti disebut di atas, maka jero mangku ngayabang banten tumpeng pitu. Yang diikuti atau dibantu oleh Sang Yajamana,” sebut beliau. Setelah itu muspa atau sembahyang.
Kemudian dilanjutkan dengan menghaturkan pedatengan dan sesayut panglebar. Acara nilapati dengan cara mrelina daksina.
“Ada catatan, daksina bisa dipralina langsung pada malam atau hari itu juga. Atau daksina bisa dipralina tiga hari kemudian,” sebut beliau. Mralina daksina ini, lanjut beliau, dengan cara membakar dan daksina atau kelapanya dipecahkan.


Setelah itu abu hasil pembakaran dan daksina yang telah dipecah, ditanam di belakang linggih rong tiga (Pretiwi) dan dijadikan satu. “Setelah mendem atau menanam maka haturkan segehan putih kuning,” sebut beliau.
Dari rangkaian upacara tersebut, terlihat bahwa umat Hindu di Bali sangat berusaha dan ingin mempersatukan atman dengan Brahman melalui upacara yadnya.
Tentunya semua ini sesuai dengan sastra yang ada di lontar suci Hindu. Sehingga atman atau roh orang yang telah meninggal, bisa dikatakan menyatu dengan Sang Pencipta.
Atau dalam istilah Hindu di Bali, dikenal dengan sebutan Amor Ing Acintya. Semua orang menginginkannya, karena dipercaya dengan menyatu bersama Tuhan maka roh akan terlepas dari belenggu ikatan maya atau hal yang bersifat duniawi. sha/dx

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...
spot_img
Obor Dewata

Obor Dewata

Related Posts

Bakti dari Disel Astawa, Langkah Suci Mengantar Leluhur Menuju Dewa Pitara
Sosial Budaya

Bakti dari Disel Astawa, Langkah Suci Mengantar Leluhur Menuju Dewa Pitara

11/08/2026
Puncak Upacara Ngaben JM Gede I Wayan Tang Digelar Khidmat, Jalani Tradisi Khusus Tanpa Pembakaran
Sosial Budaya

Puncak Upacara Ngaben JM Gede I Wayan Tang Digelar Khidmat, Jalani Tradisi Khusus Tanpa Pembakaran

09/08/2026
Bade Setinggi 11 Meter Diarak 6 Banjar, Wujud Bakti Disel Astawa Atas Mangkatnya Jro Mangku Gede I Wayan Tang
Sosial Budaya

Bade Setinggi 11 Meter Diarak 6 Banjar, Wujud Bakti Disel Astawa Atas Mangkatnya Jro Mangku Gede I Wayan Tang

07/08/2026
Sembah Bakti kepada Leluhur, Wakil Ketua DPRD Bali I Wayan Disel Astawa Gelar Rangkaian Karya Pitra Yadnya Utama
Sosial Budaya

Sembah Bakti kepada Leluhur, Wakil Ketua DPRD Bali I Wayan Disel Astawa Gelar Rangkaian Karya Pitra Yadnya Utama

03/08/2026
Ribuan Warga Antusias Rayakan Rahina Tumpek Klurut di Art Center, Gubernur Koster Serahkan Tali Kasih untuk 30 Pelajar
Pendidikan

Ribuan Warga Antusias Rayakan Rahina Tumpek Klurut di Art Center, Gubernur Koster Serahkan Tali Kasih untuk 30 Pelajar

02/08/2026
Krematorium Pralina Loka Anggungan Vacum
Daerah

Krematorium Pralina Loka Anggungan Vacum

31/07/2026
Next Post
Lima Pengedar Narkoba Dibekuk di Klungkung, 175 Paket Sabu Diamankan

Lima Pengedar Narkoba Dibekuk di Klungkung, 175 Paket Sabu Diamankan

ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

08/08/2026
Prof Tadjudin Ungkap Jeritan Mematikan di Balik Beton, Rampas Hak Rakyat

Liarnya Korupsi di Indonesia, Nilainya Fantastis

04/08/2026
Vinfast Bersama PT Sentrik Persada Nusantara Hadirkan Motor Listrik di Bali

Vinfast Bersama PT Sentrik Persada Nusantara Hadirkan Motor Listrik di Bali

29/07/2026
Lawan Kanker di Usia Dini, Penyintas Kanker Ketut Cica Bersama YKI Bali Berikan Edukasi ke SMAN 1 Blahbatuh

Lawan Kanker di Usia Dini, Penyintas Kanker Ketut Cica Bersama YKI Bali Berikan Edukasi ke SMAN 1 Blahbatuh

08/08/2026
Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

0
Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

0
PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

0
Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

0
Pariwisata Regeneratif: Jalan Baru Bali Menjaga Desa, Budaya, dan Alam

Pariwisata Regeneratif: Jalan Baru Bali Menjaga Desa, Budaya, dan Alam

12/08/2026
Sekda Tabanan Pastikan Pemkab Kooperatif, Hormati Proses Hukum Dugaan Korupsi Dinas Kesehatan

Sekda Tabanan Pastikan Pemkab Kooperatif, Hormati Proses Hukum Dugaan Korupsi Dinas Kesehatan

11/08/2026
OJK Perkuat Integritas Pasar Modal, ETF Emas Resmi Diluncurkan

OJK Perkuat Integritas Pasar Modal, ETF Emas Resmi Diluncurkan

11/08/2026
Bali Dapat 4.184 Unit Bedah Rumah, Sekda Dewa Indra Dampingi Menteri PKP Tinjau Program di Tonja

Bali Dapat 4.184 Unit Bedah Rumah, Sekda Dewa Indra Dampingi Menteri PKP Tinjau Program di Tonja

11/08/2026
Currently Playing
Pariwisata Regeneratif: Jalan Baru Bali Menjaga Desa, Budaya, dan Alam

Pariwisata Regeneratif: Jalan Baru Bali Menjaga Desa, Budaya, dan Alam

12/08/2026
Sekda Tabanan Pastikan Pemkab Kooperatif, Hormati Proses Hukum Dugaan Korupsi Dinas Kesehatan

Sekda Tabanan Pastikan Pemkab Kooperatif, Hormati Proses Hukum Dugaan Korupsi Dinas Kesehatan

11/08/2026
OJK Perkuat Integritas Pasar Modal, ETF Emas Resmi Diluncurkan

OJK Perkuat Integritas Pasar Modal, ETF Emas Resmi Diluncurkan

11/08/2026

TENTANG OBOR DEWATA

Obordewata merupakan salah satu media online yang terpecaya dengan menyajikan berita secara aktual.

obordewata.png
Obordewata
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 obordewata.com

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 obordewata.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d