• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Sosial Budaya

Arsip Gedong Kertya Ungkap Pola Pelaksanaan Tawur dan Nyepi Sejak 1935

Redaksi1 by Redaksi1
Minggu, 4 Januari 2026
in Sosial Budaya
0
Arsip Gedong Kertya Ungkap Pola Pelaksanaan Tawur dan Nyepi Sejak 1935
72
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SINGARAJA, OborDewata.com – Arsip kalender Bali yang tersimpan di Gedong Kertya, Singaraja, mengungkap fakta historis terkait pelaksanaan Tawur Kesanga dan Hari Raya Nyepi sejak puluhan tahun silam. Data arsip tersebut sekaligus meluruskan perdebatan mengenai perubahan waktu pelaksanaan Nyepi yang belakangan kembali mencuat di tengah masyarakat.

Berdasarkan penelusuran arsip kalender tertua yang masih dapat ditemukan, tercatat bahwa pada tahun 1935–1936 pelaksanaan Tawur dilakukan bertepatan dengan Tilem, sementara Hari Raya Nyepi dilaksanakan sehari setelahnya. Pola yang sama juga tercatat pada tahun 1945, 1947, dan 1948.

Untuk periode 1937 hingga 1945, arsip kalender tidak ditemukan. Sementara kalender tahun 1949 dan 1950 berhasil didokumentasikan, namun keterangan mengenai Nyepi tidak tercantum atau tidak terbaca secara jelas. Pada tahun 1951 dan 1955, meski kalender tahun di antaranya tidak ditemukan, pola pelaksanaan tetap menunjukkan Tawur saat Tilem dan Nyepi sehari setelahnya.

Perubahan tercatat terjadi pada periode 1960 hingga 1966. Dalam rentang tujuh tahun tersebut, Tawur Kesanga dilaksanakan sebelum Tilem, sedangkan Nyepi jatuh bersamaan dengan Tilem. Namun, setelah periode tersebut, pola kembali berubah.

Baca Juga :  Komit Lestarikan Budaya, Ketua DPRD Badung Gelontorkan Dana Sekaa Yowana Dharma Shanti

Mulai tahun 1967 hingga sekarang—dengan catatan kalender tahun 1969, 1970, dan 1974 tidak ditemukan—arsip menunjukkan pelaksanaan Tawur kembali dilakukan saat Tilem, sementara Hari Raya Nyepi dilaksanakan keesokan harinya. Pola ini dinilai konsisten hingga diwarisi oleh umat Hindu Bali saat ini.

Sekretaris Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), I Ketut Budiasa, menyampaikan bahwa temuan arsip Gedong Kertya tersebut merupakan rujukan sejarah yang sahih dan dapat dijadikan dasar pemahaman bersama.

“Berdasarkan dokumen yang dapat ditelusuri sejak 1935, pelaksanaan Nyepi sebagaimana dijalankan saat ini telah sesuai dengan tradisi yang diwariskan sejak puluhan tahun lalu,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (2/1/2026).

Ia berharap data historis tersebut dapat menjadi rujukan objektif dalam menyikapi perbedaan pandangan yang muncul di masyarakat. Dengan demikian, umat Hindu di Bali diharapkan dapat lebih fokus pada upaya menjaga keharmonisan dan menyelesaikan berbagai persoalan nyata yang dihadapi daerah.

Baca Juga :  Ringankan Beban Masyarakat, Bupati Sanjaya Dukung Pelaksanaan Ngaben Bersama Krama Adat Bungan Kapal

Gedong Kertya Singaraja sendiri dikenal sebagai pusat dokumentasi lontar dan arsip Bali yang menyimpan ribuan naskah kuno dan kalender tradisional, yang menjadi rujukan penting dalam pelestarian sejarah dan kebudayaan Bali. tim/dx

Previous Post

Bank BPD Bali Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Digital, Dari Undian Palsu hingga Video AI

Next Post

BIRKENSTOCK Perkenalkan “Footbed Ecosystem”, Kampanye Global Kenyamanan Urban Berbasis Anatomi

Related Posts

Mogi Amor Ing Acintya Made Taro, Maestro Dongeng Bali
Sosial Budaya

Mogi Amor Ing Acintya Made Taro, Maestro Dongeng Bali

Kamis, 23 Juli 2026
​Tutik Kusuma Wardhani: Dari Aksi Bersih Lingkungan HUT 25 Demokrat hingga Esensi Gizi Seimbang
Sosial Budaya

Tutik Kusuma Wardhani: From Democratic Party’s 25th Anniversary Cleanup to the Essence of Balanced Nutrition

Sabtu, 11 Juli 2026
Bupati Sanjaya dan Bunda Rai Dukung Penuh Duta Tabanan Tampil Memukau di Parade Gong Kebyar Dewasa PKB XLVIII 2026
Sosial Budaya

Bupati Sanjaya dan Bunda Rai Dukung Penuh Duta Tabanan Tampil Memukau di Parade Gong Kebyar Dewasa PKB XLVIII 2026

Sabtu, 11 Juli 2026
Gubernur Koster Saksikan Parade Gong Kebyar Dewasa PKB XLVIII 2026, Bangli dan Denpasar Suguhkan Spiritualitas serta Kekuatan Tradisi Bali
Sosial Budaya

Gubernur Koster Saksikan Parade Gong Kebyar Dewasa PKB XLVIII 2026, Bangli dan Denpasar Suguhkan Spiritualitas serta Kekuatan Tradisi Bali

Kamis, 2 Juli 2026
Bupati Sanjaya Apresiasi Kemegahan Gong Kebyar Wanita Duta Tabanan di PKB XLVIII 2026
Sosial Budaya

Bupati Sanjaya Apresiasi Kemegahan Gong Kebyar Wanita Duta Tabanan di PKB XLVIII 2026

Selasa, 30 Juni 2026
Prajaniti Akhiri Rangkaian Syukuran 58 Tahun dengan Gerakan Penanaman Pohon di PAJP Bekasi
Sosial Budaya

Prajaniti Akhiri Rangkaian Syukuran 58 Tahun dengan Gerakan Penanaman Pohon di PAJP Bekasi

Senin, 29 Juni 2026
Next Post
BIRKENSTOCK Perkenalkan “Footbed Ecosystem”, Kampanye Global Kenyamanan Urban Berbasis Anatomi

BIRKENSTOCK Perkenalkan “Footbed Ecosystem”, Kampanye Global Kenyamanan Urban Berbasis Anatomi

Currently Playing

  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 obordewata.com

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 obordewata.com