BALI, Obordewata.com – Seorang perempuan bernama Ni Nyoman Murtiningsih (48), warga Banjar Palak, Desa Sukawati, dugaan tenggelam setelah terseret ombak saat melakukan terapi pasir di Pantai Masceti, Desa Medahan, Blahbatuh, Gianyar, Rabu (24/6) pagi.
Korban awalnya datang bersama suaminya sekitar pukul 09.30 Wita, untuk mengubur diri menggunakan pasir di tepi pantai. Namun, saat sang suami beranjak pergi selama beberapa menit untuk membeli teh di warung terdekat, korban tiba-tiba menghilang dari tempat semula.

Korban sempat terlihat mengambang di laut sebelum akhirnya hilang tergulung ombak bawah laut yang kuat. Hingga Rabu siang, tim gabungan yang terdiri dari Balawista BPBD Gianyar, Satpolairud Polres Gianyar, TNI, dan Polsek Blahbatuh masih melakukan penyisiran intensif di sepanjang bibir pantai.
Pencarian fokus ke arah barat, mengikuti arah arus laut yang sedang surut. Karakteristik Pantai Masceti yang penuh bebatuan karang, cekungan, dan goa alami memicu dugaan bahwa tubuh korban masih tersangkut di pusaran air sekitar lokasi dan belum terbawa jauh ke tengah laut.
Kapolsek Blahbatuh, Kompol Luh Putu Sri Sumartini, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan pihak kepolisian masih mendalami penyebab korban bisa bergeser ke bibir laut.
“Tak berselang lama, sekitar pukul 10.00 Wita, suaminya izin membeli teh. Jarak waktunya kurang lebih hanya 3 sampai 4 menit. Penyebab korban ke bibir laut hingga tenggelam, masih kami dalami,” jelas Kompol Sumartini.
Sementara itu, Koordinator Balawista BPBD Gianyar, I Wayan “Join” Hermanto, menambahkan terkait teknis pencarian di lapangan.
“Hari ini, kita melakukan pencarian lewat pinggir dulu, karena air jam segini masih surut, kita usahakan mencari pencarian di pinggir menunggu air pasang. Karena kami memiliki keyakinan, dengan kondisi air laut seperti sekarang, bisa saja tubuh korban terbawa arus ke pinggir,” jelasnya. (*)

