LifeStyle

​Tutik Kusuma Wardhani: Dari Aksi Bersih Lingkungan HUT 25 Demokrat hingga Esensi Gizi Seimbang

1824 Views

DENPASAR, OborDewata.com – Gaya hidup sehat, peduli terhadap kebersihan lingkungan, dan kesetaraan gender bukan lagi sekadar tren, melainkan sebuah kebutuhan nyata yang harus dimulai dari tindakan kecil sehari-hari. Esensi inilah yang digaungkan oleh Tutik Kusuma Wardhani, Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) sekaligus Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat dapil Bali, di tengah momentum spesial hari jadi partainya.

​Menyambut Rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat, srikandi politik asal Pulau Dewata ini membagikan pandangannya mengenai aksi nyata di lapangan, keterwakilan perempuan, hingga pentingnya edukasi gizi seimbang di masyarakat.
​Sehat Dimulai dari Rumah dan Lingkungan.

Iklan

​Bagi Tutik, menjaga kebersihan adalah rutinitas harian yang wajib dilakukan, sesibuk apa pun aktivitasnya di parlemen. Menariknya, dalam menyemarakkan usia perak Partai Demokrat, aksi bersih-bersih ini tidak hanya ia lakukan di dalam ruang domestik, melainkan dibawa langsung ke tengah masyarakat.

​”Tentu ini memang tugas kami sehari-hari. Kalau kami dirumahkan bersih rumah. Nah, sekarang kita harus keluar, mengikuti masyarakat yang melakukan bersih-bersih juga di lingkungan,” ujarnya pada Jumat (10/7/2026).

Iklan

​Melalui serangkaian kegiatan HUT ke-25 ini, ia menggerakkan kader Demokrat di Bali untuk turun langsung menggalakkan aksi sosial di area publik dan sekitar pabrik. Menurutnya, gaya hidup bersih adalah jembatan terbaik bagi para kader untuk membangun kedekatan dan berempati langsung dengan rakyat.

​Berbicara soal lifestyle perempuan modern, Tutik menyoroti pentingnya aktualisasi diri dan kepedulian terhadap bangsa. Menanggapi isu keterwakilan 30% perempuan di parlemen pasca-putusan Mahkamah Konstitusi (MK), ia mengajak kaum hawa untuk lebih berani mengambil peran, memanfaatkan momentum politik yang semakin inklusif.
​Ia berharap perempuan tidak lagi memandang politik sebagai dunia yang kaku atau didominasi oleh kaum pria saja (power man).
​Pesan untuk Perempuan. “Saya menghimbau agar lebih banyak lagi perempuan itu empatilah dengan partai politik. Jangan jauh dengan partai politik,” tuturnya.

​Ia menginginkan adanya ekosistem yang setara (equal), di mana perempuan-perempuan cerdas dan berkualitas di luar sana bersedia menyalurkan kepedulian mereka melalui jalur kebijakan. ​Sebagai anggota Komisi IX yang membidangi kesehatan, Tutik juga memberikan catatan penting mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah hangat diperbincangkan. Dari hasil turun langsung ke desa-desa di Bali selama masa reses dan rangkaian kegiatan partai, ia melihat program ini membawa dampak luar biasa bagi gaya hidup sehat (well-being) masyarakat.

​Menariknya, Tutik menekankan bahwa program ini bukan sekadar tentang mengenyangkan perut.
​”Terus terang saja yang dibutuhkan bukan makan banyaknya, tetapi makan dengan gizi seimbang,” pungkasnya. tra/dx