GIANYAR, OborDewata.com – Keanu Residences resmi meluncurkan proyek 10 vila premium di kawasan Pantai Keramas, Gianyar, Bali, Rabu (16/7/2026). Pengembang menargetkan proyek ini menjadi tolok ukur baru hunian tepi pantai di Bali dengan mengedepankan konsep keberlanjutan, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat lokal.
Peluncuran yang berlangsung di Bali Nexus Office, Ubud, tersebut memperkenalkan konsep hunian yang memadukan kemewahan dengan karakter alami Pantai Keramas yang selama ini dikenal sebagai destinasi selancar dunia dan pantai berpasir hitam yang masih relatif alami.

Pendiri sekaligus CEO Bali Nexus, Ronaldo Orlovskyi, mengatakan Keanu Residences hadir dengan konsep yang berbeda dibandingkan proyek properti lain di Bali. Menurutnya, kawasan Pantai Keramas masih memiliki karakter lingkungan dan kehidupan masyarakat yang kuat sehingga layak dipertahankan melalui pembangunan yang lebih terencana.
“Proyek ini menawarkan sesuatu yang berbeda bagi pasar properti Bali. Kami ingin menghadirkan hunian yang menyatu dengan alam sekaligus tetap menghormati karakter kawasan dan komunitas setempat,” ujarnya.
Ronaldo menilai pembangunan di Bali harus diarahkan secara berkelanjutan. Ia mengingatkan bahwa pertumbuhan sektor pariwisata dan properti yang tidak terkendali berpotensi mengancam kualitas lingkungan maupun kehidupan masyarakat lokal.
Menurutnya, pembangunan seharusnya tidak hanya mengejar kepentingan wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi warga Bali melalui peningkatan kualitas hidup dan pelestarian lingkungan.
“Pulau ini adalah rumah bagi masyarakat Bali. Karena itu pembangunan harus mampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian alam, dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Arsitek Inspiral, Charlie Hearn, menjelaskan Keanu Residences dirancang bukan sekadar sebagai proyek vila komersial, melainkan sebuah kawasan yang membangun komunitas dengan orientasi jangka panjang.
Ia menyebut lokasi proyek dipilih di kawasan Pantai Keramas yang masih alami sebagai alternatif dari kawasan wisata Bali yang sudah padat. Kehadiran proyek tersebut diharapkan dapat mendukung pemerataan pembangunan tanpa menambah tekanan pada destinasi wisata yang telah mengalami kepadatan tinggi.
Charlie menambahkan, seluruh konsep arsitektur mengacu pada filosofi Tri Hita Karana, yakni keseimbangan hubungan antara manusia, alam, dan nilai spiritual. Meski mengusung desain modern, proyek ini tetap memanfaatkan material lokal serta menyesuaikan tata ruang dengan karakter lingkungan Bali.
“Pendekatan kami bukan hanya soal bentuk bangunan, tetapi bagaimana arsitektur mampu menciptakan hubungan harmonis dengan alam dan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Melalui konsep tersebut, Keanu Residences berharap dapat menghadirkan standar baru pengembangan kawasan hunian di Bali yang mengedepankan kualitas hidup, keberlanjutan lingkungan, serta penghormatan terhadap nilai-nilai budaya lokal. (rls/tim)

