DENPASAR, BALINEWS.ID – Gubernur Bali Wayan Koster meluncurkan Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera dengan melibatkan 12.942 mahasiswa dan 953 dosen pembimbing dari 39 perguruan tinggi di Bali. Program tersebut diharapkan menjadi motor penggerak percepatan pembangunan desa yang selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.
Peluncuran program berlangsung di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Bali bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali, serta seluruh perguruan tinggi di Bali.

Dalam sambutannya, Gubernur Wayan Koster menegaskan pembangunan Bali harus dimulai dari desa sebagai fondasi utama kehidupan masyarakat. Menurutnya, desa merupakan tempat tumbuh dan berkembangnya budaya, pelestarian lingkungan, serta pembentukan karakter masyarakat Bali.
“Pembangunan Bali tidak boleh hanya berpusat di kawasan perkotaan atau pariwisata, tetapi harus bertumpu pada kemajuan desa sebagai akar pembangunan daerah,” ujar Koster.
Ia menjelaskan Program Desa Kerthi Bali Sejahtera merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang dipadukan dengan kebijakan pembangunan daerah. Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat desa.
Sebanyak 12.942 mahasiswa akan diterjunkan ke desa-desa di seluruh Bali dengan pendampingan 953 dosen pembimbing lapangan. Menurut Koster, potensi intelektual tersebut dapat menjadi kekuatan besar apabila diarahkan untuk membantu percepatan pembangunan desa.
Kepada para mahasiswa, Koster berpesan agar menjalankan pengabdian dengan semangat belajar bersama masyarakat, mampu menjadi pemecah masalah, melahirkan inovasi yang bermanfaat, serta membangun jiwa kepemimpinan yang berintegritas dan memiliki kepedulian sosial.
“Tinggalkan jejak pengabdian yang nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menyelesaikan laporan kegiatan,” pesannya.
Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera juga diarahkan untuk mendukung berbagai program prioritas Pemerintah Provinsi Bali. Di antaranya pengelolaan sampah berbasis sumber, Gerakan Bali Bersih Sampah, pengurangan sampah plastik sekali pakai, pelestarian danau, sungai dan laut, pengembangan pertanian organik, penguatan UMKM dan ekonomi desa, pelestarian adat dan budaya Bali, hingga Program Satu Keluarga Satu Sarjana.
Sementara itu, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. I Ketut Adnyana, menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Menurutnya, Program Desa Kerthi Bali Sejahtera sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam mendorong pengabdian masyarakat yang memberikan dampak langsung terhadap pembangunan.
Ia mengungkapkan, Kemendiktisaintek juga akan meluncurkan program Mahasiswa Berdampak, yang mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.
“Kami siap mendukung berbagai program pembangunan di Bali, termasuk pengelolaan sampah berbasis sumber yang menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah,” ujar Prof. Adnyana.
Melalui kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat, Pemerintah Provinsi Bali optimistis Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera mampu mempercepat terwujudnya desa yang maju, masyarakat yang sejahtera, lingkungan yang lestari, serta ekonomi dan kebudayaan Bali yang semakin kuat. (rls/tim)

