Ekonomi BisnisLifeStyle

Gak Pake Lama Majukan Ekonomi Desa, Tri Hita Trans Tancap Gas Road To Launch

893 Views

BADUNG, OborDewata.com – Komitmen Tri Hita Trans dalam memajukan ekonomi desa adat di Bali bukan sekadar isapan jempol. Meski sempat diguyur hujan, semangat tim tidak surut untuk melaksanakan acara Road To Launch yang bertempat di Kedas Cafe, Badung pada Kamis (26/2/2026). Dalam acara tersebut, Tri Hita Trans memperkenalkan diri sebagai aplikasi transportasi digital pertama yang berbasis pada pemberdayaan Desa Adat melalui Badan Usaha Milik Desa Adat (BUPDA).

Founder PT Sentrik Persada Nusantara sekaligus Inisiator Tri Hita Trans, I Made Sudiana, mengungkapkan bahwa konsep aplikasi ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap kondisi transportasi lokal yang kian tergerus oleh dominasi aplikasi global (konglomerasi), hingga sampai saat ini Tri Hita Trans hadir banyak godaan yang ditemui bahkan sempat sampai hampir panas. Pasalnya, sempat diragukan menuai perdebatan yang panjang untuk mendapatkan frekuensi yang sama oleh beberapa pihak, baik itu pemerintahan maupun perbankan.

Dengan memiliki moto pantang menyerah, pada akhirnya Tri Hita Trans mendapat dukungan penuh oleh Gubernur Bali Wayan Koster, hingga sampai tingkat desa adat memberikan respon positif. Dukungan pun tidak hanya berhenti disitu saja, dampak ekosistem Tri Hita Trans ternyata juga direspon positif oleh Perbankan Bank BPD Bali dan akedemisi, maka terjalinlah kerjasama dengan salah satu perbankan Bank BPD Bali mengeluarkan skema KUR untuk para supir transport di Bali.

​”Selama ini desa adat hanya menjadi penonton dalam proses ekonomi. Transportasi lokal terdesak, dan muncul konflik horizontal di lapangan. Tri Hita Trans hadir sebagai solusi permanen, bukan sekadar ‘pemadam kebakaran’ untuk menyelesaikan masalah sesaat,” tegas I Made Sudiana.

Ia menambahkan bahwa aplikasi ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur Bali, karena dinilai selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, khususnya dalam mewujudkan kemandirian ekonomi yang berakar pada adat dan budaya.

Dengan sistem Aplikasi Tri Hita Trans, setiap pesanan transportasi yang masuk di wilayah desa adat akan dikelola langsung oleh BUPDA setempat. Hal ini memastikan perputaran uang tetap berada di desa, meningkatkan kesejahteraan sopir lokal, dan menjaga martabat budaya Bali di mata wisatawan.

​”Kita mulai dari desa. Kita ingin masyarakat desa adat menjadi pemain utama, bukan lagi penonton di tanah sendiri,” ujar Made Sudiana.

Sementara GM PT. Persada Nusantara, Pande Yuliasanjaya, memaparkan program unggulan bertajuk Tri Hita Super Deal. Program ini memungkinkan krama Bali untuk memiliki unit kendaraan operasional (seperti unit MPV atau motor listrik khusus ojol) dengan skema subsidi dan cicilan yang sangat ringan.

​Beberapa keuntungan yang ditawarkan dalam paket peluncuran ini antara lain subsidi unit hingga puluhan juta rupiah. Bebas biaya administrasi dan gratis servis selama 2 tahun. ​Bonus tambahan berupa smartphone untuk operasional, seragam, hingga asuransi.

​Sejatinya Tri Hita Trans tidak hanya menyasar transportasi umum di jalan raya, tetapi juga melakukan integrasi di kawasan-kawasan strategis. Saat ini, fokus pengembangan telah mencakup tiga basis kawasan utama, seperti bandara, pelabuhan dan Kawasan spiritual milik desa adat .

Salah satu terobosan besar yang diperkenalkan adalah kolaborasi erat dengan sektor perbankan dan otomotif. Bank BPD Bali secara resmi mendukung ekosistem ini dengan mengeluarkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus bagi para sopir transportasi di Bali.

​Menariknya, syarat kredit ini dibuat sangat memudahkan. “Untuk plafon tertentu, tidak perlu jaminan tambahan, cukup BPKB mobil sudah bisa jalan,” jelasnya. tra/dx