Daerah

Gapembi Bali Dorong Standardisasi Dapur MBG, Tekankan Sistem Katering Industri

024 Views
Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapembi) menegaskan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus menerapkan standar katering industri guna mencegah risiko keracunan makanan dan menjamin keamanan pangan bagi penerima manfaat.

DENPASAR, OborDewata.com – Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapembi) menegaskan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus menerapkan standar katering industri guna mencegah risiko keracunan makanan dan menjamin keamanan pangan bagi penerima manfaat.

Ketua DPW Gapembi Bali, AA Istri Yuli Savita Sari, mengatakan program MBG memiliki skala pelayanan yang sangat besar sehingga tidak bisa dikelola seperti usaha katering pada umumnya. Menurutnya, pengelolaan dapur MBG membutuhkan sistem kerja yang lebih ketat, profesional, dan berbasis standar industri.

Iklan

“Program ini bukan katering biasa, tetapi sudah masuk kategori katering industri sehingga pengelolaannya harus lebih serius dan mengikuti standar operasional yang jelas, termasuk pelatihan bagi seluruh pihak yang terlibat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Gapembi tidak hanya menjadi wadah bagi para pelaku usaha makanan dan minuman, tetapi juga berperan sebagai pendamping dan pelatih kompeten dalam mendukung keberhasilan program MBG. Pendampingan tersebut mencakup pemberian masukan kepada mitra, kepala Satuan Pelayanan Pemakanan (SPP), hingga relawan dapur MBG.

Iklan

Menurut Geg Yuli, perhatian terhadap standardisasi dapur sangat penting untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga mulai dari proses pengolahan, distribusi, hingga konsumsi oleh anak-anak penerima program.

Selain itu, pihaknya juga menyoroti pelaksanaan program di wilayah 3T atau daerah terdepan, terluar, dan tertinggal. Meski terdapat tantangan terkait skema investasi dan operasional, wilayah tersebut dinilai menjadi prioritas utama karena kebutuhan gizi anak-anak di daerah tersebut masih sangat tinggi.

Ia menyebutkan program MBG di sejumlah wilayah diperkirakan segera memasuki tahap operasional dalam waktu dekat setelah Hari Raya Idul Adha. Setelah peluncuran, pemerintah bersama pihak terkait akan melakukan monitoring dan evaluasi guna memastikan sistem berjalan optimal sebelum diterapkan secara luas di seluruh Indonesia.

Terkait pelaksanaan di Bali, Geg Yuli menilai program MBG sejauh ini berjalan cukup baik tanpa kendala berarti. Namun demikian, ia berharap seluruh dapur MBG di Bali terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, terutama dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pembinaan.

Ia juga menanggapi munculnya sejumlah organisasi lain yang bergerak di sektor MBG. Menurutnya, keberadaan organisasi tersebut bukan menjadi persaingan, melainkan peluang untuk memperkuat kolaborasi demi menyukseskan program nasional tersebut.

“Semua pihak harus bersatu dan bersinergi agar program ini benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan gizi anak-anak dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas,” tegasnya. (rls/tim)