DENPASAR, OborDewata.com — Ironi pembangunan kembali mencuat di Bali.
Meski Kabupaten Badung dikenal memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga triliunan rupiah, ternyata masih ada satu banjar dengan puluhan keluarga yang hidup tanpa akses listrik.
Hal tersebut disampaikan, Anggota DPD RI, Ni Luh Jelantik, saat menghadiri sebuah acara di Sanur, Kota Denpasar, Kemarin,(Senin (25/8/2025).
Dirinya menyampaikan, kondisi tersebut menjadi tamparan keras di tengah gencarnya isu lingkungan dan pengelolaan sampah yang belum maksimal.
“Kebijakan sudah ada, tetapi penerapan dan sosialisasi di lapangan sangat minim. Kita dihadapkan pada masalah sampah, masalah lingkungan, dan sekarang fakta bahwa ada puluhan keluarga di satu banjar tidak punya lampu, tidak punya listrik,” jelasnya.
Dirinya menyebutkan, momentum ini seharusnya dijadikan dorongan untuk menerapkan energi terbarukan, misalnya pemasangan solar panel di desa-desa yang masih gelap gulita.
“Bayangkan, di kabupaten dengan PAD triliunan, ada banjar yang hidup tanpa listrik. Ini sangat ironis,” katanya.
Dirinya menambahkan, isu ini bukan hanya soal kesejahteraan, tetapi juga keadilan bagi masyarakat yang selama ini tertinggal dari sentuhan pembangunan. mas/pril



