BALI, OborDewata.com – Kembali lansia meninggal dunia, dan mayatnya mengapung di pantai depan Hotel Peninsula, Kuta Selatan, Badung.
Jasad korban warga temukan pada Minggu, (5/6) sekitar pukul 10.00 Wita, setelah sebelumnya pergi meninggalkan rumah tanpa arah yang jelas.

Penemuan ini langsung mendapat respon cepat tim gabungan dari Satpolairud Polresta Denpasar, Basarnas, dan Balawista yang tengah bersiaga di sekitar pesisir Kuta Selatan.
Petugas bergerak ke tengah laut menggunakan jet ski setelah menerima laporan dari masyarakat yang melihat tubuh manusia terombang-ambing di gelombang pantai.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan bahwa korban dalam posisi tengkurap di area perairan dengan jarak puluhan meter dari bibir pantai.
“Warga melihat ada tubuh mengapung sekitar 40 meter dari tepian perairan pantai depan Hotel Peninsula,” ujar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, pada Senin (6/7).
Pihak kepolisian yang menerima informasi dari Bhabinkamtibmas Kelurahan Benoa segera berkoordinasi dengan personel Satpolairud Pos Nusa Dua.
Saat itu, petugas kebetulan sedang menggelar operasi SAR terbatas bersama Basarnas di Pantai Green Bowl, sehingga evakuasi bisa segera.
“Anggota Satpolairud Polresta Denpasar bersama driver jet ski langsung menuju ke tengah laut untuk mengecek lokasi,” kata Kasi Humas.
Saat petugas mendekat, kondisi korban sudah tidak bernyawa dengan posisi tubuh yang cukup memprihatinkan. Salah satu bagian lengan korban tersangkut pada sarana tambatan perahu nelayan setempat di tengah laut.
“Tubuh korban dalam posisi tengkurap dan tangan kanannya tersangkut di pelampung yang biasanya sebagai tambatan jukung,” papar Kasi Humas.
Petugas kemudian mengevakuasi jasad korban ke tepi pantai secara hati-hati. Begitu tiba di daratan, sejumlah warga Banjar Pande, Kelurahan Benoa yang berkerumun di lokasi langsung mengenali wajah lansia tersebut sebagai salah satu warga mereka.
Pihak kepolisian segera menghubungi keluarga korban untuk datang ke lokasi penemuan. Setelah tiba di pantai, pihak keluarga terpukul namun memastikan bahwa jenazah tersebut memang benar adalah I Wayan Dapet.
Dari hasil pemeriksaan dan klarifikasi mendalam terhadap pihak keluarga, bahwa korban memang memiliki riwayat kondisi medis khusus. Korban sudah sejak lama mengidap keterbelakangan mental yang membuatnya sering berjalan kaki keluar rumah tanpa tujuan tetap.
Keluarga korban juga membeberkan bahwa kebiasaan keluar rumah ini terjadi hampir setiap hari. Karena faktor usia dan kondisi mentalnya, pihak keluarga kerap kali kesulitan untuk mencegah atau memantau pergerakan korban secara penuh.
Saat ini, jenazah I Wayan Dapet telah ke rumah duka menggunakan ambulans untuk persiapan prosesi keagamaan. Pihak keluarga besar menyatakan telah ikhlas dan menerima kejadian tragis ini murni sebagai musibah keluarga. (*)

