Berita

Manajemen Atlas Datangi PHDI Bali, Sampaikan Maaf dan Siap Gelar Guru Piduka

93724 Views

DENPASAR, OborDewata.com – Manajemen Atlas Beach Club akhirnya mendatangi kantor Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali di Jalan Ratna, Denpasar, pada Rabu (5/2/2025), untuk menyampaikan permintaan maaf atas penayangan simbol Dewa Siwa di layar tempat hiburan tersebut.

Delegasi Atlas Beach Club dipimpin oleh Tommy Dimas selaku Humas. Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut terjadi secara tidak sengaja, di mana simbol Dewa Siwa muncul dalam tayangan video yang dimainkan oleh DJ dari folder yang sebelumnya disiapkan oleh pegawai lain. Tommy juga menyampaikan bahwa pihaknya telah memberikan keterangan kepada pihak kepolisian, baik di Polsek Kuta maupun Polda Bali.

Iklan

Kedatangan manajemen Atlas ini merupakan respons terhadap somasi terbuka yang dilayangkan Tim Hukum PHDI Bali pada 2 Februari 2025. Dalam somasi tersebut, PHDI Bali meminta pertanggungjawaban atas insiden ini dalam kurun waktu 7×24 jam, baik secara hukum maupun sosial budaya. Jika tidak ada itikad baik, pihaknya mengancam akan membawa kasus ini ke ranah hukum.

Tim Hukum PHDI Bali menilai bahwa tayangan tersebut sangat tidak pantas dan berpotensi melanggar Pasal 156a KUHP tentang penodaan agama. Sebab, dalam ajaran Hindu, Dewa Siwa merupakan manifestasi suci Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang hanya dipuja di tempat suci, bukan di tempat hiburan malam.

Iklan

Dalam pertemuan tersebut, PHDI Bali diwakili oleh Ketua PHDI Bali I Nyoman Kenak, SH, Ketua Tim Hukum PHDI Bali Putu Wirata Dwikora, SH, MH, serta sejumlah tokoh lainnya, termasuk Ketua PHDI Kota Denpasar I Made Arka, S.Pd., M.Pd., dan Wakil Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan SDA Ir. Ketut Pasek Linggawangsa.

Ketua PHDI Bali, Nyoman Kenak, menegaskan bahwa insiden ini telah menimbulkan kegaduhan yang masih dirasakan hingga kini. Ia meminta pihak manajemen Atlas untuk lebih berhati-hati ke depannya agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Semua pihak di manajemen Atlas harus lebih waspada dan bertanggung jawab agar insiden seperti ini tidak terulang. Penayangan simbol Siwa di klub malam tidak tepat dan tidak layak,” ujar Nyoman Kenak.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, manajemen Atlas Beach Club juga menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan upacara Guru Piduka guna memohon maaf secara sekala-niskala kepada umat Hindu atas kejadian ini. tim/dx