DENPASAR, OborDewata.com – Terobosan Bank BPD Bali dari masa ke masa terus berinovasi demi mendukung anjuran Presiden RI serta BI (Bank Indonesia) dalam mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), hal tersebut dibuktikan Bank BPD Bali dengan melaunching Balipay yaitu uang digital. Dengan dilaunchingnya Balipay, mendapat apresiasi dari Komisaris Utama Independen Bank BPD Bali, Ida Bagus Putu Anom Redi. Menurutnya, inovasi yang dilakukan Direksi Bank BPD Bali sangat bagus sekali dalam mengikuti FEKDI (Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia) 2022 di Nusa Dua sekaligus juga melaunching Balipay sangat bagus sekali, sebab bank daerah lainnya belum tentu mempunyai uang digital Balipay.
Anom Redi menambahkan, dengan dilaunchingnya Balipay pada acara FEKDI kemarin, merupakan suatu hajatan besar dan dirinya sangat mengapresiasi BI Bali sebagai inisiator hadirnya FEKDI di Nusadua. Sejatinya FEKDI di Bali, merupakan pertama kali diselenggarakan di Bali. “Saya sangat mengapresiasi FEKDI bisa terselenggara di Bali, event ini merupakan suatu terobosan momentum Bank BPD Bali untuk melaunching Balipay. Dan yang baru punya aplikasi di BPD se-Indonesia baru ada dua Bank, yaitu Bank BPD Bali dengan Balipay dan Bank DKI dengan JakOne,” ungkapnya pada Minggu (17/7/2022).

Dijelaskan Anom Redi, pada dasarnya Balipay sendiri pilot project Bank BPD Bali yang inisiatornya Bank Indonesia, hal ini dikarenakan perekonomian Bali yang berbasis pariwisata. Bahkan pada event ini juga ada program QRIS cross boarder, dimana ketika tamu manca negara asal Thailand bisa langsung menggunakan QRIS Bank BPD Bali dan ini suatu terobosan yang luar biasa. “Kami Dewan Komisaris melihat terobosan direksi sangat bagus sekali, hanya saja berpuas diri dulu, sudah dipastikan para kompetitor larinya sangat cepat di era didigatalisasi ini,” paparnya.
Anom Redi menganjurkan, untuk memperkuat Bank BPD Bali diperlukan sinergi antar bank daerah melalui Asbanda (Asosiasi Bank Pembangunan Daerah), agar bisa berdiri sendiri dan unggul di daerahnya sendiri. “Dengan adanya sinergi dan kolaborasi Asbanda bisa meningkatkan daya saing,” jelasnya.
Anom Redi menginginkan, dengan sudah dilaunchingnya Balipay jangan hanya sekedar seremoni saja, perlu ada inflementasi monitoring transaksi dan volume dan harus ada target day to day, week to week, moth to month, berapa targetnya. “Kami akan memonitor terus melalui rapat dewan komisaris dan direksi melalui rencana bisnis bank,” pungkasnya. sathya

