DENPASAR, OborDewata.com – Ketua DPD Partai Demokrat Bali, I Made Mudarta, menyatakan dukungannya terhadap wacana pemisahan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) tingkat nasional dan tingkat daerah di masa mendatang. Menurutnya, pemisahan ini sangat bagus untuk jangka panjang agar fokus masyarakat tidak terpecah seperti pada pemilu serentak sebelumnya.
“Memang untuk jangka panjang sangat bagus kalau dipisah antara pemilu nasional dan pemilu daerahnya. Sehingga rakyat itu bisa terfokus,” ujar Mudarta saat memberikan keterangan pada Jumat (23/10/2026).
Mudarta mencontohkan, jika pemilu nasional dilaksanakan pada tahun 2029, masyarakat bisa sepenuhnya fokus memikirkan pemimpin di tingkat nasional, mulai dari Presiden, Wakil Presiden, DPR RI, hingga DPD RI. Ia menilai, pada pemilu serentak yang lalu, perhatian masyarakat terlalu tersedot pada pilpres, padahal pemilihan legislatif di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota juga tidak kalah penting.
“Sebab kalau serentak seperti kemarin, fokus masyarakat itu lebih kepada pemilu presidennya. Padahal DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten juga penting,” tambahnya.
Dari sisi internal partai, Mudarta menjelaskan bahwa pemisahan jeda waktu sekitar 2 hingga 2,5 tahun antara pemilu nasional dan pemilu lokal akan memberikan ruang bagi partai politik untuk mematangkan persiapan secara lebih mandiri. Pola ini dinilai menguntungkan karena setiap kader di daerah pemilihan (dapil) harus memiliki mesin pemenangan yang kuat tanpa hanya bergantung pada faktor paket atau tandem elektoral.
Meski begitu, Mudarta optimis tren Partai Demokrat akan terus naik, didorong oleh rekam jejak Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang kinerjanya di pemerintahan dinilai memuaskan masyarakat. Rekam jejak tersebut dipandang menjadi magnet elektoral kuat yang memperkokoh posisi Demokrat sebagai partai yang matang dalam menghadapi segala dinamika politik. tra/dx




















