DENPASAR, OborDewata.com – Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar kembali menggelar upacara manusa yadnya massal yang kelima kalinya, pada Sabtu (3/10/2026).
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar tahun 2026 adalah Dr. I Made Arka, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh total 220 peserta dari Kota Denpasar.
Rangkaian upacara tersebut meliputi metatah (potong gigi) yang diikuti oleh 157 peserta, menek kelih (upacara menanjak dewasa) sebanyak 107 peserta, serta mewinten (upacara penyucian diri) sebanyak 35 peserta.

Ketika ditemui, Dr. I Made Arka, S.Pd., M.Pd.menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi antarterkait, termasuk dengan Wali Kota Denpasar serta jajaran pengurus desa adat (MDA).
“Upacara massal ini diselenggarakan dengan semangat ngayah (gotong royong dan pengabdian ikhlas) guna meringankan beban umat Hindu dalam menjalankan upakara yadnya tanpa merasa terbebani secara finansial,” ungkapnya.
Diakui, Made Arka, Upacara Manusa Yadnya yang ke-5 cukup menarik, pelaksanaan upacara kali ini juga diikuti oleh tiga warga negara asing asal Belanda yang kini menetap di kawasan Pantai Sanur. Ketiga WNA tersebut adalah Daisy (39 tahun) beserta dua anaknya, Chec (20 tahun) dan Yiani (15 tahun).
Sebelum mengikuti tradisi upacara potong gigi, ketiga WNA tersebut telah menjalani prosesi Sudi Wadani (upacara pengukuhan masuk agama Hindu) pada bulan lalu.
“Keikutsertaan mereka menambah kekhidmatan sekaligus menunjukkan daya tarik budaya dan spiritualitas Hindu Bali di mata internasional,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Daisy mengungkapkan alasan keikutsertaannya bersama anak-anaknya. Ia menyampaikan bahwa kini anak-anaknya sudah beragama Hindu (Sudhi Wadani) dan momen ini merupakan saat yang sangat tepat (suitable age).
“Sekarang saya bersama anak-anak mengikuti Upacara Potong Gigi, untuk menjalani tradisi keagamaan serta kebudayaan Bali secara utuh,” pungkasnya. tra/dx




















