• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Sosial Budaya

‘Odalan Pis’ Buda Cemeng Klawu, Pemujaan Pada Bhatara Rambut Sedana Mohon Kesejahteraan

I Kadek Saputra by I Kadek Saputra
Rabu, 22 Januari 2025
in Sosial Budaya
0
‘Odalan Pis’ Buda Cemeng Klawu, Pemujaan Pada Bhatara Rambut Sedana Mohon Kesejahteraan
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BALI, OborDewata.com – Buda Cemeng Klawu, atau Buda Wage Klawu setiap 6 bulan sekali atau setiap 210 hari.

Pada hari suci ini, umat Hindu memuja sinar suci-Nya Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Sebagai manifestasinya ke dalam perwujudan Ida Bhatara Sri Sedana, atau Ida Bhatara Rambut Sedana.

“Ida Bhatara Rambut Sedana, sering terkait dengan Ida Bhatara Dewi Laksmi, karena memberikan anugerah kepada umatnya berupa kesejahteraan, kekayaan, kemakmuran, rezeki, dan welas asih,” jelas Jero Mangku Ketut Maliarsa.

Bahkan kalau yang beragama Budha, sering terkait dengan Dewi Kuan Im. “Arti kata harfiah Sri Sedana, terbagi menjadi dua kata. Sri bermakna beras, dan Sedana berarti uang atau harta yang memberi kehidupan pada umat manusia,” jelasnya.

Itulah sebabnya, orang Hindu Sangat intens dan antusias memuja keagungan beliau agar memeroleh waranugraha, kesejahteraan, rejeki, dan kemakmuran.

Banten yang jadi persembahan saat piodalan ini, adalah tebasan Rambut Sedana di palinggih Taksu yang diyakini beliau beryoga di palinggih tersebut.

Baca Juga :  Warga Yeh-poh Manggis Karangasem Gelar Nyepi Adat

“Tebasan ini nasi penek dan tumpeng masing-masing dua buah, dan terbuat dari beras hitam(beras injin), raka-raka jangkep, taledan dengan alas kulit peras,dan sampian sodaan, peras dan penyeneng,” sebut pemangku asli Bon Dalem ini.

Dewi Laksmi adalah saktinya Dewa Wisnu makanya penek dan tumpengnya berwarna hitam.

Lanjutnya, Dewi Sri perwujudan wanita cantik (predana) dan yang satunya lagi Dewa Sedana perwujudan uang sebagai Purusha.

Sehingga dilambangkan dengan dua arca antara Dewi Sri dengan Dewa Sedana (Purusha dan Predana). Konon juga jangan menagih utang hari ini, agar tidak seret rezeki. sha/dx

Previous Post

Himpun Rp16,97 Triliun di Tahun 2024, Kanwil DJP Bali Raih Quattrick 100% Penerimaan Pajak

Next Post

Bandara I Gusti Ngurah Rai, Layani 23,9 juta Penumpang Selama 2024

Next Post
Bandara I Gusti Ngurah Rai, Layani 23,9 juta Penumpang Selama 2024

Bandara I Gusti Ngurah Rai, Layani 23,9 juta Penumpang Selama 2024

Sorry, there was a YouTube error.
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.