• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Minggu, September 27, 2026
  • Login
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Sosial Budaya

Penampahan Galungan Hari Ini, Jangan Lupa Lawar & Penjor Serta Waspada Bhuta Amengkurat

Obor Dewata by Obor Dewata
24/09/2024
in Sosial Budaya
0
Ilustrasi Galungan di Bali.

166
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BacaJuga

Pelangi Tabanan Kite Festival 2026, Tegaskan Tabanan Jadi Titik Kumpul Berbagai Komunitas

Kadis Pertanian Bali Tegaskan Surat Penawaran Pengadaan Pupuk yang Beredar Hoax Bukan Dokumen Resmi

DENPASAR, OborDewata.com – Penampahan Galungan pada Anggara Wage wuku Dungulan, adalah saat Sang Bhuta Amengkurat turun ke dunia.

Maka umat Hindu Nusantara, akan melakukan kegiatan penyembelihan atau penampahan, yang memiliki filosofi membunuh segala sifat hewan atau hal-hal yang bersifat negatif dalam diri.

 

Umat Hindu harapannya, pagi hari menghaturkan daging jajeron di natar merajan, natar rumah dan di lebuh, agar Sang Hyang Tiga Galungan dalam hal ini Sang Bhuta Amangkurat tidak menggoda dan kembali ke alamnya.

Saat penampahan Galungan, juga odalan pada palinggih penunggu karang, berupa haturan nasi roongan (nasi penek besar) sebanyak 4 buah.

 

Dengan ulam karangan. Palinggih penunggu karang adalah palinggih untuk Sang Kala Maya (setingkat picasa). Sehingga haturan tersebut untuk sang picasa, yang bernama Sang Kala Maya.

Tujuannya agar Sang Bhuta Kala tidak menggoda kehidupan manusia. Sedangkan pada hari Rabu Kliwon Wuku Dungulan, ini puncak dari rahinan jagat dan yang suci disebut hari raya Galungan.

 

Apabila bisa melewati godaan dan gangguan musuh dalam diri, berupa kemarahan, kedengkian, kekecewaan kedurhakaan, keserakahan, keegoan serta hal-hal yang bersifat negatif lainnya. Maka barulah bisa mengatakan sudah menang, atau Dharma menang melawan Adharma.

 

Dalam lontar Sri Jaya Kesunu, bahwa Sang Hyang Kala Tiga Galungan akan turun pada Redite Paing Wuku Dungulan. Sang Hyang Kala Tiga Galungan ini, terdiri dari tiga sosok niskala. Sang Bhuta Galungan konon turun saat Redite Paing Dungulan. Kemudian, Sang Bhuta Dungulan yang turun saat Soma Pon Dungulan. Dan ketiga, Sang Bhuta Amengkurat yang turun saat Anggara Wage Dungulan.

 

Ketiga-tiganya ini yang selalu menggoda kehidupan iman manusia yang sedang menyiapkan diri untuk merayakan hari suci Galungan. Saat turunnya Sang Bhuta Galungan pada Redite Paing Dungulan, maka umat Hindu harus siap-siap menjaga diri. Terutama menjaga supaya hal-hal negatif dalam diri seperti marah, dengki, iri, sombong, arogan, dan lain sebagainya bisa dikendalikan. Sehingga hari Raya Galungan betul-betul menjadi hari kemenangan Dharma melawan Adharma.

 

Kemudian ada penjor, sebagai lambang wujud gunung tertinggi yang merupakan tempat berstananya Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta manifestasi-Nya.

Di samping itu, gunung juga memberi kesejahteraan, kesuburan dan sumber kebahagiaan bagi hidup umat manusia.

Sarana upacara penjor terdiri sebatang bambu, sepanjang kurang lebih 10 meter dengan ujungnya melengkung ke bawah. Hal itu, sebagai simbol Rwa Bhineda yaitu ada Dharma dan Adharma, atau baik dan tidak baik.

Hal tersebut dari wujud bambu itu sendiri, ada yang lurus sebagai simbol kebenaran dan ada yang melengkung ke bawah sebagai simbol ketidakbenaran.

 

Selain itu, bahwa bambu sebagai sarana membuat penjor, karena bambu sebagai lambang atma dan paramaatma yang merupakan satu- kesatuan dalam menjiwai kehidupan manusia.

Dengan simbol itu, harapnnya umat Hindu membangkitkan semangat Dharma untuk mampu mengalahkan sifat- sifat Adharma.

 

Sehingga dengan menancapkan penjor ke tanah, sebagai kebangkitan Dharma melawan Adharma. Dan mampu memperoleh kemenangan Dharma.

Selain itu, hiasan penjor dengan janur, plawa (campuran dari daun cemara, daun endong, pakis aji, dan lain sebagainya). Selain itu, sebagai wujud syukur dan terima kasih atas kemurahan limpahan kesejahteraan, dan kesuburan juga berupa hasil bumi berupa pala gantung dan pala bungkah, seperti buah jagung, mentimun, kelapa, pisang, jaje begina, jaje uli, umbi-umbian seperti umbi ketela, keladi dan lainnya.

 

Pemasangan penjor Galungan, biasanya pada hari penampahan Galungan, sebagai simbol mulai para umat Hindu membangkitkan pikiran, tingkah laku, dan kata-kata menuju kebenaran (Dharma).

Sehingga memulai membangkitkan dan memegang teguh prinsip Dharma untuk melawan Adharma. Selain itu, penjor terpasang di depan rumah  tempat keluar (lebuh) sebelah kanan, sebagai simbol pemegang dan pelaksana kebenaran (Dharma).

 

Posisi ini tergantung pada lokasi rumah, yaitu jika rumah menghadap ke timur berarti pemasangan penjor di sebelah selatan menghadap ke jalan. Begitu seterusnya yang penting di sebelah janan pintu keluar rumah. sha/dx

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...
spot_img
Obor Dewata

Obor Dewata

Related Posts

Pelangi Tabanan Kite Festival 2026, Tegaskan Tabanan Jadi Titik Kumpul Berbagai Komunitas
Sosial Budaya

Pelangi Tabanan Kite Festival 2026, Tegaskan Tabanan Jadi Titik Kumpul Berbagai Komunitas

27/09/2026
Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan Persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Tuluk Biyu Batur
Sosial Budaya

Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan Persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Tuluk Biyu Batur

26/09/2026
Beranda Bentara Bahas Seni, Empati dan Ruang Publik di Tengah Krisis
Sosial Budaya

Beranda Bentara Bahas Seni, Empati dan Ruang Publik di Tengah Krisis

26/09/2026
12 Tahun Lawan Stigma, Karya Rudi Waisnawa Raih FOTO Bali Award
Pariwisata

12 Tahun Lawan Stigma, Karya Rudi Waisnawa Raih FOTO Bali Award

25/09/2026
Buka Utsawa Dharma Gita XXXIII Bali 2026, Gubernur Koster Tegaskan Pentingnya Membangun SDM Bali Unggul dan Berintegritas
Sosial Budaya

Buka Utsawa Dharma Gita XXXIII Bali 2026, Gubernur Koster Tegaskan Pentingnya Membangun SDM Bali Unggul dan Berintegritas

12/09/2026
Nuanu Jadi Panggung Dunia, Art & Bali 2026 Hadirkan 300 Seniman
Sosial Budaya

Nuanu Jadi Panggung Dunia, Art & Bali 2026 Hadirkan 300 Seniman

11/09/2026
Next Post
Pemkab Klungkung Terima Alokasi Insentif Fiskal Kinerja Tahun Berjalan TA 2024

Pemkab Klungkung Terima Alokasi Insentif Fiskal Kinerja Tahun Berjalan TA 2024

ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

08/08/2026
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

Kebijakan Sosial Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

17/08/2026
Kremasi di Bali, Pilihan Budaya atau Pelarian dari Tekanan Sosial?

Menagih Janji Sekolah Gratis 0 Rupiah di Tengah Pungutan Komite yang Mencekik

18/08/2026
Prof Tadjudin Ungkap Jeritan Mematikan di Balik Beton, Rampas Hak Rakyat

Liarnya Korupsi di Indonesia, Nilainya Fantastis

04/08/2026
Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

0
Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

0
PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

0
Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

0
Pelangi Tabanan Kite Festival 2026, Tegaskan Tabanan Jadi Titik Kumpul Berbagai Komunitas

Pelangi Tabanan Kite Festival 2026, Tegaskan Tabanan Jadi Titik Kumpul Berbagai Komunitas

27/09/2026
Kadis Pertanian Bali Tegaskan Surat Penawaran Pengadaan Pupuk yang Beredar Hoax Bukan Dokumen Resmi

Kadis Pertanian Bali Tegaskan Surat Penawaran Pengadaan Pupuk yang Beredar Hoax Bukan Dokumen Resmi

26/09/2026
Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan Persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Tuluk Biyu Batur

Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan Persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Tuluk Biyu Batur

26/09/2026
Beranda Bentara Bahas Seni, Empati dan Ruang Publik di Tengah Krisis

Beranda Bentara Bahas Seni, Empati dan Ruang Publik di Tengah Krisis

26/09/2026
Currently Playing
Pelangi Tabanan Kite Festival 2026, Tegaskan Tabanan Jadi Titik Kumpul Berbagai Komunitas

Pelangi Tabanan Kite Festival 2026, Tegaskan Tabanan Jadi Titik Kumpul Berbagai Komunitas

27/09/2026
Kadis Pertanian Bali Tegaskan Surat Penawaran Pengadaan Pupuk yang Beredar Hoax Bukan Dokumen Resmi

Kadis Pertanian Bali Tegaskan Surat Penawaran Pengadaan Pupuk yang Beredar Hoax Bukan Dokumen Resmi

26/09/2026
Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan Persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Tuluk Biyu Batur

Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan Persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Tuluk Biyu Batur

26/09/2026

TENTANG OBOR DEWATA

Obordewata merupakan salah satu media online yang terpecaya dengan menyajikan berita secara aktual.

obordewata.png
Obordewata
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 obordewata.com

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 obordewata.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d