BADUNG, OborDewata.com – Krama Banjar Munggu, Kecamatan Mengwi, Badung merasa sangat bersuka cita, karena sudah mampu membanguni bale banjar di lokasi yang baru. Mereka terlihat sangat nyaman melakukan aktifitas kegiatan banjar. Karena itulah, Krama Banjar Munggu menggelar Karya Weraspati Kalpa, Memungkah, Ngenteg Linggih, Linggih Bhatara Ratu Ngurah Melanting/Bengawan Penyarikan dengan puncak karya pada Saniscara Kliwon Wariga (8/7/2023) yang dipuput Ida Peranda Griya Bekak.
Dijelaskan Ketua Panitia Karya, I Nyoman Oka Wijaya disela-sela Upacara Tawur/Caru Panca Rupa dengan Upakara Bebangkit Cagak, Bebangkit Gerombong, Yamaraja Pulagembal, Ulunin Pulegembal, Sor Surya Pulagembal, dipuput oleh Ida Peranda Griya Timbul, Ida Peranda Griya Jadi, Jero Gede Sibang serta Pemangku, pada Sukra Paing Gumbreg (30/6/2023). Sejatinya karya ini mempunyai beberapa rangkaian upakara selama 11 hari. Dalam rangkaian upakara dan upacara dilibatkan semua Krama Banjar Munggu dengan jumlah KK 240.
“Dengan sudah terbangunnya bale banjar yang baru dengan tempat yang nyaman bebas dari kebisingan saya ucapakan terimakasih kepada seluruh Krama Banjar Munggu yang sudah turut mendukung dibuatnya bale banjar yang baru, serta Kami ucapkan terimakasih juga kepada Bapak Bupati Badung yang turut berpatisipasi dalam pembangunan bale banjar yang baru,” ujarnya, di sela-sela Karya Pecaruan Bale Banjar Munggu, pada Jumat (30/6/2023).
Dikatakan Oka Wijaya, terbentuknya bale banjar baru ini juga berdasarkan masukan Anggota DPRD Badung Nyoman Satria, dengan memberikan beberapa masukan positif untuk mendirikan bangunan bale banjar. “Dengan sudah memiliki bale banjar kami kedepan bangunan bale banjar lama akan digunakan untuk aktifas sesuai dengan kepentingan Krama Banjar Munggu,” ucapnya.
Sementara Kelian Dinas I Made Suarta mengatakan, pada dasarnya Krama Banjar Munggu sebelumnya telah memiliki bale banjar di Jalan I Gusti Jelantik, hanya saja posisi bale banjar lama tersebut posisinya dekat pinggir jalan raya utama, sehingga ketika melaksanakan kegiatan krama desa agak terganggu dengan bisingnya lalu lalang kendaraan. Maka dari itu pihaknya bersama masyarakat memutuskan untuk membuat bale banjar baru, agar aktivitas krama desa bisa berjalan lancar, dan pastinya keselamatan warga untuk beraktifitas dapat terjaga, sebab bale banjar baru ini posisinya jauh dari jalan raya utama.
“Kemarin setiap kita rapat di bale banjar lama sangat kurang nyaman karena bisingnya kendaraan yang lalu lalang,” bebernya. Diakui Made Suarta, kondisi bangunan bale banjar baru pada dasarnya berdiri diatas lahan warga Krama Banjar Munggu, dan pihaknya sudah melakukan pendekatan kepada pemilik lahan dengan melakukan pertukaran lahan dengan duwen banjar berupa lahan sawah.
“Dalam membuat bale banjar kita sudah melakukan pendekatan dengan pemiliki lahan, dan sudah terjadi kesepakatan dengan pertukaran lahan. Dalam proses pembangunan kita melakukan beberapa tahap, dan pernah vakum sebentar karena ada pandemi covid-19. Lalu berkat adanya arahan dari DPRD Badung Wayan Regep, DPR Provinsi Gus Bota dan Bupati Badung Giri Prasta, akhirnya bangunan bale banjar Krama Munggu yang baru bisa berdiri dan bisa dipergunakan,” ujarnya.
Ditambahkan Made Suarta, dengan adanya bale banjar baru masyarak Banjar Munggu sangat antusias sekali, dengan dibuktikan terus bergotong royong dalam setiap pembangunan maupun karya upakara. “Dukungan masyarakat kami sangat luar biasa untuk bisa mewujudkan bale banjar yang baru,” ujarnya. Made Suarta berharap, untuk bangunan lama bale banjar pihaknya akan merencanakan untuk kegiatan ekonomi warga Banjar Munggu. Pasalnya posisi bale banjar Munggu sangat strategis dekat dsngan jalan raya, jadi sangat cocok untuk industri UMKM Banjar Munggu.
“Kedepan bangunan bale banjar lama saya harapkan bisa digunakan untuk aktifitas ekonomi warga,” harapnya. “Dalam pembanunan bale banjar baru menghabiskan Rp 5,5 miliar, dan proses upakara dan upacara untuk bale banjar baru juga dilakukan gotong royong dari krama desa sehingga bisa menekan biaya, hanya memghabiskan Rp 500 juta,” pungkasnya. sathya/ama/ksm



