DENPASAR, OborDewata.com – Direktur Utama RSU Puri Raharja, dr. Gede Bagus Darmayasa, MM., M.Repro, memaknai Hari Raya Saraswati yang jatuh setiap Saniscara Umanis Wuku Watugunung, merupakan hari yang sangat penting bagi umat Hindu, khususnya bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan. Pasalnya, para Umat Hindu mempercayai hari Saraswati adalah turunnya ilmu pengetahuan suci kepada umat manusia untuk kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan meningkatkan keberadaban umat manusia.
Dokter Bagus yang juga merupakan seniman pelukis menjelaskan, Hari raya Saraswati diperingati setiap enam bulan sekali, tepatnya pada hari Saniscara Umanis wuku Watugunung. Dan Hari Raya Saraswati yaitu hari Pawedalan Sang Hyang Aji Saraswati, dimana para umat Hindu merayakan hari yang penting itu. Di hari Saraswati biasanya, para siswa sekolah sudah sibuk mempersiapkan upacara sembahyang di sekolah masing-masing, sehabis itu biasanya para siswa melanjutkan sembahyang ke pura lainnya. Di sekolah, di pura, di rumah maupun di perkantoran.
“Dalam perayaan Hari Saraswati semua buku, lontar, dan alat-alat tulis diletakkan pada suatu tempat untuk di upacarai,” ujarnya pada Sabtu (20/5/2023).
Dokter Bagus menceritakan, dalam legendanya Saraswati digambarkan sebagai Dewi atau lstri Brahma. Saraswati adalah Dewi pelindung/pelimpah pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Berkat anugerah dewi Saraswati, manusia menjadi beradab dan berkebudayaan. “Beliau disimbolkan sebagai seorang dewi yang duduk diatas teratai, dengan berwahanakan seekor angsa (Hamsa) atau seekor merak, berlengan empat dengan membawa sitar/veena dan ganatri di kedua tangan kanan, tangan kiri membawa pustaka/kitab dan tangan kiri satunya ikut memainkan gitar membawa sitar/veena dan ganatri di kedua tangan kanan, tangan kiri membawa pustaka/kitab dan tangan kiri satunya ikut memainkan veena atau bermudra memberkahi,” ucapnya.
Makna pemujaan Dewi Saraswati adalah memuja dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan memfokuskan pada aspek Dewi Saraswati (simbol vidya) atas karunia ilmu pengetahuan yang dikaruniakan kepada kita semua, sehingga akan terbebas dan avidyam (kebodohan), agar dibimbing menuju ke kedamaian yang abadi dan pencerahan sempurna. sathya



