KARANGASEM, OborDewata.com – Tari Pendet pada awalnya merupakan tari persembahan yang banyak ditarikan di pura, tempat ibadah umat Hindu di Bali. Dimana tarian ini melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam, seiring perkembangan zaman para seniman Bali mengubah Pendet menjadi ucapan selamat datang. Maka dari untuk mempertahankan eksistensi Tari Pendet, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Karangasem yang diketuai oleh Ibu Ny Sarini Artha Dipa bersama Ibu Ni Wayan Ekawati dan Ibu Ni Made Suradnyani bersama pengurus GOW Kab Karangasem menggagas menggelar Tari Pendet massal pada Pembukaan Pameran Pembangunan dalam rangkaian memeriahkan kegiatan HUT Ke 383 Kota Amlapura, pada hari Kamis (22/6/2023), yang diikuti 383 peserta dari 20 organisasi wanita bernaung dibawah GOW Karangasem yang tersebar di delapan kecamatan seKabupaten Karangasem.
Ketua Harian GOW Karangasem, Bdn Ni Wayan Ekawati S.Tr.Keb., menjelaskan sejatinya pagelaran Tari Pendet Massal yang digelar di Lapangan Candra Buana Kab Karangasem selain memeriahkan HUT Kota Amlapura pada Kamis juga sebagai tari pembukaan setelah diadakan Pawai. Selain itu juga sebagai salah satu bentuk melestarikan budaya khususnya tarian Pendet, sebagai salah satu tarian yg sudah populer ditengah semaraknya tari-tari kreasi baru yang muncul.
“Sebenarnya Tarian Pendet sudah merakyat, yang memiliki Taksu Bali, cuman saat ini Tari Pendet jarang ditampilkan. Maka dari itu kita (GOW Karangasem, red) menghadirkan Tari Pendet Massal di HUT ke-388 Kota Amlapura untuk menumbuhkan kembali kejayaan Tari Pendet di era tari kreasi yang bermunculan sekarang,” paparnya
Lebih lanjut Ekawati mengatakan, dengan peserta yang berjumlah 383 peserta Tari Massal Pendet sesusai dengan HUT ke-383 Kota Amlapura, hal tersebut semata-mata untuk memeriahkan HUT tersebut dengan harapan masyarakat yang menghadiri Hut kota untuk turut bisa melestarikan budaya tari kuno yakni Tari Pendet.
“Tari Pendet tersebut merupakan suatu tarian yang memiliki Taksu Bali sebagai tari penyambut tamu, dan juga sudah menjadi tarian yang bermasyarakat. Dan kita dalam mempersiapkan tarian massal tersebut sudah sejak 2 minggu sebelum hari H Hut Kota, dan kita dalam masa pelatihan hanya melakukan 2 kali pertemuan yakni gladi kotor dan gladi bersih yang diinisiasi oleh Ibu Ny Sarini Artha Dipa bersama Pengurus GOW Kab Karangasem,” pungkasnya. sathya



