TABANAN, OborDewata.com – Adanya Voice Note seorang dokter senior di RSUD yang mengatakan Selamat pagi para Direksi dan Manajemen yang ada di WA Grup ini, maafkan saya pakai voice note, supaya intonasi saya didengar dengan bagus. Mohon maaf ini sebelumnya, ini rumah sakit mau dibawa kemana ya? Ini satu persatu obat sudah tidak ada di depo,karena kita tidak membayar ya. Kemungkinan karena hutang kita terlalu banyak. Sekarang yang terakhir Citicoline yang tidak ada. Sedangkan kami tidak boleh bicara sama pasien bahwa obat tidak ada.
Atas dasar hal inilah yang membuat Sekretaris Fraksi Gerindra Tabanan, I Wayan Wiryadana, sangat geram dan menyayangkan Rumah Sakit Tabanan sampai kehabisan stok obat.
“Kami di Fraksi Gerindra, sangat menyayangkan, kenapa kondisi ini bisa terjadi, padahal ini adalah Rumah Sakit Daerah yang berstatus Rumah Sakit Tipe B yang merupakan rumah sakit penerima rujukan dari seluruh rumah sakit tipe C di Kabupaten Tabanan dan sekitarnya, kenapa bisa kehabisan obat,” ungkapnya heran pada Selasa (10/3/2026).
Padahal menurut Wiryadana, sebagai rumah sakit daerah, seharusnya rumah sakit Tabanan memiliki system manajemen yang baik sehingga bisa melakukan system pengelolaan yang transparan, sehingga stok obat maupun perlengkapan medis lainnya bisa terpenuhi dan pelayanan kepada masyarakat bisa dilakukan dengan optimal.
“Kalau sampai kondisinya seperti sekarang, dokter tidak boleh bicara kepada pasien jika obatnya tidak ada, bagaimana pertanggungjawaban pihak rumah sakit. Untuk itu, kami minta pihak manajemen rumah sakit memberikan penjelasan terkait kondisi ini,” harapnya.
Selain meminta pihak rumah sakit untuk memberikan penjelasan, Wiryadana menyatakan jika pihaknya akan membawa permasalahan ini ke rapat di DPRD Tabanan dan meminta penjelasan lebih lanjut. tra/dx



