NASIONAL, Obordewata.com – Jalan tol kembali memakan korban jiwa, akibat kelalaian berkendara.
Sebuah kecelakaan maut yang mengerikan terjadi di ruas Tol Gempol–Pasuruan, KM 776 B, tepatnya di kawasan Desa Sidowayah, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan pada subuh hari sekitar pukul 04.00 WIB.

Sebuah mobil pikap bernopol P 8272 GL yang sarat muatan jeruk, mendadak hancur berantakan setelah menghantam bokong dump truck bermuatan pasir bernopol M 8794 GD yang melaju searah di depannya.
Benturan keras di jam rawan kantuk tersebut, membuat bagian depan pikap ringsek parah tak berbentuk. Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, membenarkan insiden berdarah tersebut.
Pikap maut itu Muhammad Nur Gozi (32) yang mengendarai bersama penumpangnya, Moch. Frisma Yudhistiar (30). Keduanya merupakan warga Desa Tutul, Kecamatan Balung, Jember.
Akibat tabrakan adu banteng dengan bak truk pasir milik Hamid (59) warga Lumajang tersebut, sang sopir pikap mengalami luka-luka.
Namun naas, nyawa sang penumpang, Moch. Frisma Yudhistiar, tidak tertolong dan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD Bangli.
“Korbannya ada dua orang, satu luka-luka dan satunya meninggal dunia. Masing-masing adalah sopir dan penumpang dari pikap,” jelas Iptu Joko Suseno.
Pihak kepolisian menduga kuat, bahwa petaka subuh ini dugaan karena oleh pengemudi pikap yang kurang hati-hati dan tidak waspada saat memacu kendaraannya di jalur bebas hambatan.
Saat ini, kasus kecelakaan maut tersebut masih tertangani intensif oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan.
Jalan tol bukan sirkuit balap, apalagi tempat berkendara dengan mata terpejam! Jam-jam subuh adalah waktu paling mematikan di jalan raya akibat serangan kantuk (micro sleep).
Jangan paksakan mengemudi jika fisik sudah lelah, karena nyawa taruhannya! (*)

