Ekonomi Bisnis

Harga Gabah Terjun Bebas, Petani Teriak Rugi

704 Views

TABANAN, OborDewata.com – Adanya panen raya dibeberapa wilayah Tabanan, sepertinya tidak menggembirakan para petani. Pasalnya harga jual gabah terjun bebas tidak bisa menutupi ongkos produksi, sebab harga gabah yang awalnya per are mencapai Rp 250 ribu, kini harga gabah yang beredar hanya Rp 130 ribu per are, jelas ini membuat petani di Tabanan menjadi merugi. Artinya keberpihakan pemerintah tidak serius dalam menghadapi masa panen raya harga gabah anjlok.

Salah satu petani di wilayah Tabanan Selatan menjelaskan, adanya panen raya di sejumlah subak di Kabupaten Tabanan. Justru harga tidak sesuai dengan harapan petani. Harga gabah, yang biasanya langsung dijual di sawah per are sebesar Rp 250 ribu lebih, kini hanya laku Rp 130 ribu per are. “ Harga gabah anjlok membuat petani merugi,” jelasnya Minggu (17/4/2022)

Tidak hanya itu saja, dengan turunnya harga gabah hanya Rp 130 ribu tidak menutup ongkos produksi, sebab rata-rata petani dalam proses produksinya per are menghabiskan Rp 150 ribu, sudah tentu ini menjadi kerugian, “Rata rata biaya yang dihabiskan petani Rp 150 ribu per are. Sekarang harga gabah cuman Rp 130 ribu per are. Tentu kami merugi,” ujarnya

Sementara ketika dikonfirmasi lewat WA Kadis Pertanian Tabanan, I Nyoman Budana, tentang harga gabah yang anjlok dijawab dengan singkat, karena kondisi yang tidak fit. Sejatinya harga gabah di daerah Kecamatan Kediri mencapai Rp 4200 perkilonya, sedangkan harga gabah di pabrik Rp 4300 perkilonya.

“Info dari petugas informasi pasar gabah di tingkat petani 4200 perkilo dan di pabrik 4200 – 4300 perkilonya. Bsok tiyang akan tinjau langsung ke lokasi harga gabah yang anjlok,” pungkasnya. sathya