Ekonomi Bisnis

Cegah Keraguan Masyarakat Bali Miliki Kendaraan Listrik, Pemerintah Harus Miliki Kesepakatan Sistem Baterai

635 Views

BADUNG, OborDewata.com – Komit Pemerintah Bali dalam menjadikan Bali pariwisata berbasis go green harus benar-benar ditingkatkan, seperti halnya dalam pengembangan motor listrik Pemprov Bali mengeluarkan kebijakan berupa Pergub No 48 Tahun 2019 tentang penggunaan kendaraan listrik di Bali, tetapi untuk memperkuat kembali serta membangun komitmen pariwisata zero emisi, Owner PT Sentrik Persada Nusantara, I Made Sudiana, SH., M.SI., sekiranya Gubernur Bali, Wayan Koster yang telah membuat Pergub yang yakni Pergub 48 harus ditingkatkan lagi menjadi Perda. Pasalnya, apabila dengan sudah adanya Perda Kendaraan Listrik bisa dipastikan kebijakan tersebut disupport oleh anggaran yang imbasnya para pelaku dan konsumen kendaraan listrik bisa semakin meningkat.

Dikatakan Sudiana, beberapa waktu lalu Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan tentang road map kendaraan listrik di Bali, dimana target gubernur sangat luar biasa yang dibuktikan dengan terus adanya peningkatan populasi kendaraan listrik setiap tahunnya. Dengan terusnya ada peningkatan kendaraan di Bali Sudiana bertekad PT Sentrik Persada Nusantara akan menyajikan motor listrik yang sangat layak dan ideal untuk para konsumennya baik itu dari baterai yang berkualitas tinggi, dengan sistem swap maupun charging. Maka dari itu pihaknya sangat berharap kepada pemerintah agar serius dalam memperhatikan sistem baterai, apakah di Bali kendaraan listriknya untuk charging kendaraan apakah memakai sistem swap atau charging. Dimana untuk charging baterai kendaraan listrik memakai sistem swap (mengganti baterai, red) sistem tersebut harus tersebar diseluruh Bali, dan tentunya juga dengan sistem baterai yang standar dan harus diseragamkan, jadi masyarakat Bali tidak lagi khawatir ketika kehabisan baterai kendaraan listriknya di pertengahan jalan bisa langsung menukarnya. Begitu juga kalau pemerintah memakai sitem charging untuk kendaraan listrik, pemerintah harus bisa menyiapkan station charge yang pastinya dengan sistem fast charging.

“Nah problem kendaraan listrik harus diselesaikan secara bersama-sama antara pabrik, dealer dan pemerintah untuk menjalin kesepakatan jenis sistem apa yang akan digunakan di Bali, sehingga dengan sudah adanya kesepakatan sistem batrei masyarakat Bali tidak lagi ragu untuk memiliki kendaraan listrik,” ujarnya pada Minggu (21/3/2023).

Diakui Sudiana, PT Sentrik Persada Nusantara sejatinya dari awal sudah sangat berkomitmen dengan kendaraan listrik di Bali, bahkan untuk memberikan kepuasaan serta jaminan kualitas kendaraan listrik kepada konsumennya Sentrik terus mencari partner bisnis, sehingga produk miliknya bisa diterima oleh masyarakat luas di Bali tentunya dengan jaminan yang berkualitas tinggi. Sentrik pun juga tidak mau memberikan produk kendaraan listriknya yang hanya mengejar TKDN, tetapi Sentrik bertekad memiliki kendaraan listrik yang layak untuk masyarakat Bali. “Kita di Sentrik berani mengambil langkah terobosan baru untuk kelayakan dan kepuasaan akan kendaraan listrik, dengan membangun kerjasama dengan salah satu perusahaan di Korea yaitu E3 Mobility Deux7 Powertrai by Hyundai Kefico bahkan sudah menjalin MoU yang akan membangun asembeling di Bali, sebagai start awal Bali yang akan memiliki industri kendaraan listrik,” bebernya.

Sudiana yang pernah menjabat Wakil Bupati Badung periode 2010-2015 menjelaskan, peluang industri kendaraan listrik di Bali sangat menjanjikan dan sangat ideal, sebab nantinya Sentrik memilik spek kendaraan listrik yang berkualitas. Dan dirinya mengakui pihaknya saat ini masih berproses serta akan manjajaki Gubernur Bali untuk mendapatkan support. Artinya, Sentrik sendiri memiliki harga dan kualitas untuk kendaraan listrik yang ideal untuk masyarakat. “Saya harap pemerintah Bali terkait kendaraan listrik jangan terlalu berpatokan dengan TKDN, sebab kondisi masyarakatkan butuh kendaraan listrik yang ideal, dan menurut saya TKDN harus dikesampingkan dulu secara bertahap, sebab saat ini kita menguber kualitas dan sambil berjalan mengikuti TKDN, ” ucapnya seraya menambahkan pemerintah terkait pembelian kendaraan listrik bersubsidi, jangan terlalu berpatokan dengan TKDN, sebab kita ingin menyajikan produk yang berkualitas dalam rangka membangun kepercayaan masyarakat terhadap hadirnya kendaraan listrik sebagai solusi yang tepat untuk berkendaraan secara praktis, hemat dan ramah lingkungan. sathya