DENPASAR, OborDewata.com – Adanya Bali DigiFest yang akan digelar dari 8-10 April di Agung Ball Room, Grand Inna Bali Beach Sanur, Jumat (8/4). Bahkan dalam acara tersebut yang melibatkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI, Suharso Monoarfa bersama Gubernur Bali Wayan Koster mengusung tema, “Enabling Bali As Digital Creative Paradise” (Spirit Menumbuhkembangkan Kreativitas Digital sehingga Bali menjadi Surganya Komunitas Digital)
Direktur Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma SH., MH., menjelaskan adanya Bali DigiFest merupakan bagian dari tim percepatan dan perluasan digitalisasi. Artinya, Pemprov Bali memberikan terobosan peluang bisnis baru yaitu ekonomi digital, tentunya hal ini searah dengan kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster yaitu Ekonomi Kerthi Bali, ekonomi yang kreatif dan berbasis digital. Kehadiran Bank BPD Bali di Bali DigiFest, tentunya sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah berupa percepatan digitalisasi daerah.
“Adanya Bali DigiFest, diharapkan Bali menjadi basisnya HUB digital ekonomi, karena saya melihat banyak pelaku digital bermain serta tinggal di Bali, dan saya yakin ini menjadi potensi besar dalam bisnis digital ditambah lagi dengan keunikan budaya Bali,” ungkapnya.
Selain itu juga adanya Bali DigiFest yang membuat digital art ekonomi, bahkan kalau dilihat Bank BPD Bali sudah sesuai, yaitu bank terpercaya UMKM. Jadi dengan digital art sendiri, memudahkan transaksi dan UMKM pun transaksinya menjadi efisien. “Digital art memudahkan konsumennya, dari rumahpun bisa melakukan transaksi,” jelasnya.
Perlu diketahui pada sambutan Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan, perkembangan Bali, Indonesia dan juga dunia akan sangat diwarnai oleh kemajuan di bidang teknologi informasi. Sekarang ini digitalisasi sudah berkembang sangat cepat tidak saja berkembang dari segi keilmuannya tetapi juga dari segi aplikasi dan penerapannya dalam memenuhi sarana dan prasarana untuk mendukung kehidupan terutama kemajuan perekonomian suatu bangsa. Hal ini merupakan kemajuan teknnologi yang sangat pesat tidak bisa dihindari, dan tidak bisa dilawan karena itu pilihannya adalah harus beradaptasi dengan perkembangannya.
“Akan tetapi adaptasinya tidak serta merta meninggalkan atau bahkan meminggirkan kearifan lokal yang kita punya, baik itu tradisi dan seni budaya yang kita miliki di Bali. Kearifan lokal yang sangat unik dan kaya ini harus tetap dijaga dan diberikan ruang seluas-luasnya untuk berkembang dan tumbuh Bersama-sama di era teknologi ini,” papar Gubernur asal Desa Sembiran Buleleng ini.
Bali era baru dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali adalah salah satu esensi dalam memadukan antara tradisi seni budaya dan kearifan lokal yang dimiliki dengan perkembangan dunai modern berbasis pada teknologi. Keduanya sama-sama mendapat ruang untuk tumbuh. Budaya berkembang, teknologi berkembang dan dua-duanya bertemu untuk melanjutkan satu tatatan yang baru.
“Itulah sebabnya saya mengakomodasi ini dan di dalam membangun Bali dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dengan pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali era baru yang bermakna menjaga kesucian Alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan Krama Bali sejahtera, bahagia niskala sekala,” urai orang nomor satu di Provinsi Bali ini.
Turut hadir dalam acara pembukaan Bali DigiFest, Sekda Bali Dewa Made Indra, Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra, Pangdam Udayana, Ketua Tim Pelaksanan Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional, Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie, Kabinda Bali, Ketua DPRD, Bupati/Walikota se-Bali, Dirut BPD, Kepala Perwakilan BI, dan undangan terkait. sathya



