• Redaksi
  • Undang-undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 3, 2026
  • Login
OborDewata
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini
No Result
View All Result
OborDewata
No Result
View All Result
Home Sosial Budaya

Tumpek Wayang Sebentar Lagi, Ini Makna Kelahiran & Kesakralannya Dalam Hindu di Bali

I Kadek Saputra by I Kadek Saputra
12/01/2025
in Sosial Budaya
0

166
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BacaJuga

PHDI Kota Denpasar Gelar Upacara Potong Gigi Massal Ke-5, Diikuti 220 Peserta

Gubernur Koster Serahkan CSR ST Regis untuk Pelestarian Seni dan Budaya Bali

BUDAYA, OborDewata.com – Sabtu, 18 Januari 2025, merupakan hari suci Tumpek Wayang. Dalam umat Hindu, hari ini adalah sakral dan angker, mengapa demikian, simak ulasannya berikut ini.

Tumpek Wayang adalah salah satu hari madurgama, di dalam kehidupan Hindu di Bali. Sehingga orang yang lahir sejak sebelum hari tumpek wayang dalam seminggu, harus melakukan upacara.

Mulai dari hari Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat hingga Sabtu Wuku Wayang adalah hari tenget. Sejak lama umat Hindu biasanya melakukan upacara sapuh leger pada anak yang lahir Wuku Wayang.

Bukan tanpa alasan, sebab kelahiran ini menyamai kelahiran Sang Hyang Kala. Tumpek Wayang tahun 2022, jatuh pada Sabtu 5 Maret 2022 (kemarin). Tumpek sendiri juga merupakan hari suci di dalam Hindu Bali, sehingga banyak piodalan pada hari tumpek.

Hanya saja apabila kelahiran, pada Tumpek Wayang termasuk ke dalam kelahiran madurgama atau bersifat panas. Sebab menyamai kelahiran Sang Hyang Kala, putera dari Dewa Siwa dan Dewi Parwati.

Kisahnya dalam berbagai sastra Hindu kuno, bahwa pada suatu hari kama Dewa Siwa jatuh ke lautan saat melihat kemolekan tubuh istrinya yaitu Dewi Parwati. Sebab angin meniup kain sang dewi, sehingga memperlihatkan bagian bawah tubuhnya.

Kama ini kemudian bergejolak di lautan, dan berubah menjadi raksasa yang luar biasa besarnya. Raksasa itulah bernama Dewa Kala atau sang Hyang Kala.

Singkat cerita, Dewa Kala yang lahir saat Tumpek Wayang, mendapat anugerah oleh Dewa Siwa untuk memangsa siapa saja yang lahir menyamai dirinya. Sayang seribu sayang, adiknya sendiri bernama Hyang Kumara lahir di hari yang sama.

Dewa Kala yang ingin memangsa adiknya sendiri, akhirnya membuat Dewa Siwa kebingungan. Dewa Siwa pun mengutuk Hyang Kumara, tidak akan pernah besar. Agar tidak menjadi mangsa kakaknya.

Sebab Dewa Siwa berkata kepada Dewa Kala, untuk memangsa adiknya saat dewasa nanti. Namun untuk menghindari itu, Dewa Siwa mengutuk agar Hyang Kumara tetap kecil.

Dewa Kala tetap berniat memangsa adiknya, dan terjadilah saling kejar-kejaran. Berhari-hari Dewa Kala mengejar adiknya, ke sana kemari agar dapat memangsa adiknya itu.

Hampir saja tertangkap, namun tidak berhasil karena akhirnya Hyang Kumara bersembunyi di sebuah kotak wayang milik dalang. Sang dalang melindungi Hyang Kumara, dan mencoba memanipulasi Dewa Kala.

Dari sanalah, akhirnya hingga saat ini bagi kelahiran Wuku Wayang wajib hukumnya upacara sapuh leger. Banyak versi yang berkembang di masyarakat. Ada yang mengatakan semua kelahiran Wuku Wayang (selama sepekan) harus dan wajib sapuh leger.

Namun beberapa lagi, mengatakan bahwa hanya kelahiran hari Jumat dan Sabtu wuku Wayang saja yang wajib sapuh leger. Namun semuanya kembali kepada keyakinan, dan kepercayaan masing-masing masyarakat Hindu di Bali.

Dewa Mangku Dalang Samerana, mengatakan bahwa kelahiran wuku Wayang termasuk kelahiran melik. Sehingga perlu ruwatan, agar energi negatif dan aura yang panas atau amarah meliputi orang kelahiran Wuku Wayang.

Sehingga sifat-sifat Dewa Kala yang identik dengan raksasa, tidak meliputi sang anak kelahiran Wuku Wayang itu. Ia pun melayani ruwatan atau bayuhan berbagai kelahiran melik, termasuk kelahiran Wuku Wayang.

Dengan langsung di dalamnya berisi pertunjukan wayang, karena Dewa Mangku Dalang Samerana adalah dalang juga selain pemangku. “Nanti bisa bayuh atau ruwatan dengan banten skala nista, madya, hingga utama. Tergantung dari keinginan dan kemampuan masing-masing orang,” sebutnya.

Tentu saja dengan ruwatan wayang ini, baik dengan wayang panyudamalan ataupun langsung dengan upacara sapuh leger. Akan sangat membantu kelahiran Wuku Wayang, menjadi lebih tenang dengan harapan sifat kadewatan (dewa) lebih besar ketimbang sifat bhuta kala.

Dan hal tersebut harapannya membantu sang anak, akan menjalani kehidupannya dengan lebih baik. Ia mengatakan ada baiknya, untuk kelahiran wuku Wayang segera ruwatan sedini mungkin, guna menghindari kejadian buruk sedini pula. sha/dx

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Menyukai ini:

Suka Memuat...
spot_img
I Kadek Saputra

I Kadek Saputra

Related Posts

PHDI Kota Denpasar Gelar Upacara Potong Gigi Massal Ke-5, Diikuti 220 Peserta
Sosial Budaya

PHDI Kota Denpasar Gelar Upacara Potong Gigi Massal Ke-5, Diikuti 220 Peserta

03/10/2026
Gubernur Koster Serahkan CSR ST Regis untuk Pelestarian Seni dan Budaya Bali
Sosial Budaya

Gubernur Koster Serahkan CSR ST Regis untuk Pelestarian Seni dan Budaya Bali

01/10/2026
Program Bedah Rumah Bali Dikebut, 1.410 Unit sudah Terealisasi
Sosial Budaya

Program Bedah Rumah Bali Dikebut, 1.410 Unit sudah Terealisasi

01/10/2026
Perkuat Keseimbangan Spiritual Bali, Giri Prasta Ikuti Prosesi Mendem Pedagingan di Pura Lempuyang Madya
Sosial Budaya

Perkuat Keseimbangan Spiritual Bali, Giri Prasta Ikuti Prosesi Mendem Pedagingan di Pura Lempuyang Madya

27/09/2026
Gubernur Wayan Koster Hadiri Puncak Karya Panca Wali Krama Ulun Danu Batur, Rawat Kesucian Alam Bali
Sosial Budaya

Gubernur Wayan Koster Hadiri Puncak Karya Panca Wali Krama Ulun Danu Batur, Rawat Kesucian Alam Bali

27/09/2026
Pelangi Tabanan Kite Festival 2026, Tegaskan Tabanan Jadi Titik Kumpul Berbagai Komunitas
Sosial Budaya

Pelangi Tabanan Kite Festival 2026, Tegaskan Tabanan Jadi Titik Kumpul Berbagai Komunitas

27/09/2026
Next Post
Longsor di Perbatasan Klungkung-Gianyar, Akses Jalan Tertutup

Longsor di Perbatasan Klungkung-Gianyar, Akses Jalan Tertutup

ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

Menakar Substansi Demokrasi Kabinet Merah Putih

08/08/2026
Kebijakan Sosial  Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

Kebijakan Sosial Kabinet Merah putih Membatasi Inisiatif Lokal

17/08/2026
Kremasi di Bali, Pilihan Budaya atau Pelarian dari Tekanan Sosial?

Menagih Janji Sekolah Gratis 0 Rupiah di Tengah Pungutan Komite yang Mencekik

18/08/2026
Prof Tadjudin Ungkap Jeritan Mematikan di Balik Beton, Rampas Hak Rakyat

Liarnya Korupsi di Indonesia, Nilainya Fantastis

04/08/2026
Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Luhur Batukau Berdoa Pandemi Covid-19 Segera Berlalu

0
Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

Tekan Penyebaran Covid-19, PDIP Bali Dukung dan Kawal Kebijakan PPKM Darurat

0
PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

PLN Berikan Stimulus pada Masyarakat Kecil di tengah Pandemi Covid-19

0
Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

Dandim dan Kapolres Tabanan Distribusikan Sembako untuk Warga Terdampak PPKM Darurat

0
PHDI Kota Denpasar Gelar Upacara Potong Gigi Massal Ke-5, Diikuti 220 Peserta

PHDI Kota Denpasar Gelar Upacara Potong Gigi Massal Ke-5, Diikuti 220 Peserta

03/10/2026
Gubernur Koster Serahkan CSR ST Regis untuk Pelestarian Seni dan Budaya Bali

Gubernur Koster Serahkan CSR ST Regis untuk Pelestarian Seni dan Budaya Bali

01/10/2026
BPJS Gelontorkan Rp100 Triliun Lebih untuk Biayai Penyakit Jantung

BPJS Gelontorkan Rp100 Triliun Lebih untuk Biayai Penyakit Jantung

01/10/2026
Program Bedah Rumah Bali Dikebut, 1.410 Unit sudah Terealisasi

Program Bedah Rumah Bali Dikebut, 1.410 Unit sudah Terealisasi

01/10/2026
Currently Playing
PHDI Kota Denpasar Gelar Upacara Potong Gigi Massal Ke-5, Diikuti 220 Peserta

PHDI Kota Denpasar Gelar Upacara Potong Gigi Massal Ke-5, Diikuti 220 Peserta

03/10/2026
Gubernur Koster Serahkan CSR ST Regis untuk Pelestarian Seni dan Budaya Bali

Gubernur Koster Serahkan CSR ST Regis untuk Pelestarian Seni dan Budaya Bali

01/10/2026
BPJS Gelontorkan Rp100 Triliun Lebih untuk Biayai Penyakit Jantung

BPJS Gelontorkan Rp100 Triliun Lebih untuk Biayai Penyakit Jantung

01/10/2026

TENTANG OBOR DEWATA

Obordewata merupakan salah satu media online yang terpecaya dengan menyajikan berita secara aktual.

obordewata.png
Obordewata
  • Redaksi
  • Undang-Undang Pers
  • Disklaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 obordewata.com

No Result
View All Result
  • Nasional
    • Daerah
  • Olahraga
  • Ekonomi Bisnis
  • Hukum
  • Sosial Budaya
  • Pendidikan
  • Politik
  • Opini

© 2026 obordewata.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d