GIANYAR, OborDewata.com – Usai memperingati Hari Raya Saraswati, sudah pastinya para umat Hindu di Bali khususnya yang berada di Gianyar melakukan Banyu Pinaruh pada Minggu (21/5/2023), bahkan hampir seluruh pantai di pesisir Gianyar diserbu para pengunjung untuk Melukat pada Hari Banyu Pinaruh. Seperti halnya yang terlihat di Pantai Cucukan, Medahan, Blahbatuh, Gianyar.
Dengan padatnya Pantai cucukan yang dihadiri oleh ribuan masyarakat yang sengaja datang untuk Melukat atau membersihkan diri dengan air laut. Meskipun ombak Pantai Cucukan cukup besar, namun masyarakat tetap mandi di pinggir pantai. Hal ini dikatakan, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, IGN Dibya Presasta, bahwa pada hari Banyu Pinaruh pihaknya tetap melakukan patroli pengawasan perairan laut di Kabupaten Gianyar dengan melibatkan sejumlah unsur, selain BPBD Gianyar juga ada Balawista, TNI dan Polri.
“Kegiatan dimulai dengan APP dengan titik kumpul di Pantai Cucukan kemudian semua unsur menyebar ke semua pos jaga,” ujarnya.
Dijelaskan Dibya, pos penyebaran yang dimaksud tersebar di sepanjang 15 kilometer pantai di Gianyar, yakni pos 1 Pantai Siyut dan Lebih, pos 2 Pantai Cucukan dan Masceti, pos 3 Pantai Saba dan Pering, dan pos 4 Pantai Purnama -Lembeng. Untuk patroli laut pihaknya menurunkan 1 unit Rubberboat dan 2 Sekoci. “Semua pos melaporkan bahwa kunjungan ke pantai meningkat, kondisi arus landai, ombak tidak tinggi, dan nihil kejadian kedaruratan. Begitu juga dengan patroli laut yang kita lakukan dilaporkan tidak ada kejadian menonjol. Tapi tetap kita imbau masyarakat untuk waspada dan tidak melakukan aktifitas terlalu menjorok ke dalam. Dan kita masih stand by sampai pengunjung benar-benar sepi di semua pos jaga, ” tandasnya. Ast/sathya



