KLUNGKUNG, OborDewata.com – memasuki masa tenang pada hari H-1 Bawaslu Klungkung mengambil langkah tindakan tegas terhadap Paslon 03 calon bupati dan wakil bupati Klungkung Juliarta – Wijaya, yang telah menggelar aksi membagikan beras dengan kupon senilai Rp25000, dan orang-orang yang memiliki kupon mendapatkan 5kg beras, yang dibagikan disalah satu tempat pembagian beras ada di posko pemenangan cagub Mulia Pas di Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung, pada Sabtu Sore (23/11/2024).
Hal tersebut diungkapkan Koordinator divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Klungkung, Ida Ayu Ari Widhiyanthy, mengatakan, pembagian beras itu langsung dihentikan oleh Panwascam Dawan bersama Panwaslu Kelurahan/Desa (PKD) Pesinggahan. Karena hari itu bukan jadwalnya Paslon 03 (Juliarta-Wijaya) yang menggelar kampanye di kecamatan Dawan.
“Benar ada pembagian beras, kami juga temukan dan telusuri masyarakat menerima beras,” kata Dayu Ari, Sabtu malam.
Dijelaskan, pihaknya sudah mewanti-wanti baik kepada pasangan calon dan LOnya untuk tidak memberikan sesuatu berupa barang dan uang kepada calon pemilih karena itu adalah salah satu bentuk kampanye politik uang.
“untuk di Nusa Penida, saya sudah hubungi Bapak Wayan Baru (Ketua DPC Gerindra Klungkung) bahwasannya kupon itu ia beli sendiri dan dibagikan ke masyarakat sehingga beras diberikan gratis, kami telusuri lagi nota pembeliannya seperti apa, tim Panwascam sedang melaksanakan tugas di lapangan,” tegasnya.
Sementara, Ketua Bawaslu Klungkung, I Komang Supardika mengatakan situasi ini cukup membuat panas politik di Bali termasuk di Klungkung. “Karena dalam kupon ada paslon gubernurnya, kami koordinasi dengan Bawaslu Provinsi bagaimana tindak lanjutnya,” kata Supardika.
Karena sesuai aturan penjualan barang kepada masyarakat termasuk sembako boleh dijual setengah harga dari harga barang tersebut. Sisanya disubsidi oleh paslon. “Apakah harga berasnya dengan nilai kupon Rp 25 ribu itu sudah setengahnya atau malah lebih dan apakah benar masyarakat membeli, kami masih sedang selidiki,” pungkasnya. ast/sathya



