Pendidikan

Sosok Pendiam Vania Diam-diam Harumkan Nama SD Negeri 2 Umajero, Raih Juara III Lomba Bertutur seKabupaten Buleleng

1K Views

BULELENG, OborDewata.com – Dinginnya udara pagi di Desa Umajero, Busung Biu, Buleleng tidak mematahkan semangat murid kelas V SDN Umajero, Luh Vania Paristina untuk mengikuti Lomba Bertutur Tingkat SD Se-Kabupaten Buleleng, dengan menempuh perjalanan sejauh 42 Km menuju tempat lomba yang diselenggarakan oleh DAPD (Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah) di Kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kab Buleleng beralamat Jalan Werkudara, No1, Singaraja (Sebelah Taman Kota Singaraja,red) pada Kamis (22/5/2025). Pengorbanan Vania pun tak sia-sia, dibuktikan dirinya berhasil menyabet trophy Juara III sekabupaten Buleleng dengan mengalahkan para pesaingnya.

Diakui Guru Pembina Pande Putu Sri Suandewi, S.Pd., mewakili Kepala Sekolah SDN 2 Umajero, Luh Mayani, S.Pd., mengatakan Sejak awal pemilihan, sejatinya Luh Vania Paristina dipilih secara langsung. Pasalnya, Vania memiliki potensi untuk berbicara di depan umum. Dilihat dari keseharian yang memiliki cara bertutur yang baik juga. Bahkan pada proses pelatihannya pun bisa dikatakan sangat singkat sekali, hanya empat kali latihan saja. Dan ternyata Vania mampu menunjukan prestasi, dan hal ini merupakan hadiah yang luar biasa untuk SDN 2 Umajero.

“Saya tidak menyangka murid saya yang pendiam (Luh Vania Paristina, red) dan orangtuanya pun mengakui awalnya tidak menyangka jika anaknya akan mampu melaksanakan lomba bertutur ini, karena latar belakang anak yang pendiam. Tetapi karena Vania setiap latihan dia selalu berusaha dan mau mendengarkan segala masukan dari Pembina, dan hasilnya bagi kami sangat luar biasa,” ungkapnya.

Suandewi menambahkan, pada hari pelaksanaan lomba, tim berkumpul di kantor camat busungbiu untuk mendapat sedikit pengarahan dan motivasi. Namun, ada sedikit kendala karena properti berupa bambu runcing yang akan digunakan untuk lomba lupa dibawa. “Akhirnya kami dengan percaya diri tetap menampilkan cerita tanpa properti. Lomba Bertutur diwajibkan membawakan cerita rakyat atau cerita kepahlawanan. Dan murid kami membawakan cerita kepahlawanan yang berasal dari Buleleng berjudul I Gusti Ktut Jelantik,” ucapnya.

Perlu diketahui Lomba Bertutur dibuat dalam rangka memperingati Hari Perpustakaan Nasional dan Hari Buku Nasional RI. Dimana lomba ini diikuti oleh 54 peserta seKabupaten Buleleng, dan pelaksanaan lomba dibagi menjadi dua gelombang. tra/sathya