DENPASAR, OborDewata.com – Sederet karangan bunga bertuliskan “Selamat Atas Atas Digelarnya Pameran Lukisan Bagus Darmayasa” memenuhi halaman utama Fakultas Kedokteran Unud di Jalan P.B. Sudirman, Dangin Puri Klod, Denpasar Barat, pada Selasa (7/3/2023). Digelarnya Pameran Lukisan tersebut untuk memeriahkan hari jadinya Fakultas Kedokteran Udayana ke-61.
Uniknya dalam pameran lukisan tersebut, pelukis Bagus Darmayasa menjabat sebagai Direktur Utama RS Puri Raharja, selain itu juga dr Gede Bagus Darmayasa, M.Repro juga merupakan Alumni Fakultas Kedokteran Angkatan Tahun 80. Bahkan dr.Bagus sendiri bercita-cita jadi arsitek, tapi karena orangtuanya ingin jadi dokter, maka saat itulah dia masuk FK Unud. Akibat bakat seni yang bergejolak, maka sejak tahun 2014 hingga sekarang dirinya memutuskan menjadi dokter sekaligus pelukis.
‘’Terkadang saya melukis sambil memeriksa pasien,’’ tegas dr.Bagus seraya menambahkan lukisan juga bisa sebagai alat terapi kesehatan. Dengan melihat warna-warni dan tema lukisan, beban atau tekanan mental pasien terkadang bisa lepas.
Dikatakan dr.Bagus, dirinya memamerkan 71 lukisan di lobi Kampus FK Sudirman, Denpasar. Pameran bertajuk ‘’Atas Nama Cinta untuk Wanita’’ ini dibuka Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Trisno Nugroho pada Selasa (7/3/2023) kemarin, dan berakhir pada Sabtu (18/3/2023) mendatang. menyebut bahwa sebagian lukisan yang dipamerkan ini bertemakan wanita milenial dengan gaya pop art (penuh warna-warni), di samping lukisan para tokoh. Judul ini diberikan oleh rekannya sesama dokter yakni dr.Iswahyudi yakni ‘’Atas Nama Cinta untuk Wanita’’. Persiapan pameran ini tergolong sangat singkat yakni hanya satu bulan. Untuk membuat lukisan agar cepat selaesai, dr.Bagus dibantu oleh stafnya, terutama untuk mengerjakan tahapan yang termudah.
Gede Wirata menyebut bahwa langkah dr.Bagus ini merupakan suatu terobosan untuk membangkitkan seni rupa Bali sehingga lebih dikenal dunia internasional. Dia menyarankan agar pameran semacam ini juga digelar di hotel-hotel dengan dibantu oleh BI. ‘’Ini tonggak menuju kehidupan seni Bali yang lebih baik dan patut didukung bersama,’’ tandas pemilik kapal pesiar Bounty Cruise ini.
Hadir dalam pembukaan pameran tersebut di antaranya mantan Rektor Unud Prof.Dr.dr.Ketut Suastika; Prof.Dr.Bakta; Prof.Dr.dr.I Wayan Wita, S.p., J.P., dan pengusaha pariwisata Gede Wirata. sathya



