OborDewata.com, DENPASAR- Suasana Sanur yang biasanya tenang sempat ricuh. Video perkelahian empat warga negara asing viral di media sosial. Kejadiannya di sebuah restoran. Polisi Resor Kota Denpasar bergerak cepat menangani insiden ini. Petugas berhasil menyelesaikan masalah dengan mediasi.
Polisi sukses memfasilitasi pertemuan kedua pihak. Mediasi ini turut melibatkan perwakilan konsulat Tiongkok. “Para WNA yang terlibat menyadari kesalahan mereka dan meminta maaf. Mereka meminta maaf kepada masyarakat Bali atas kegaduhan yang terjadi,” kata Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi.
Insiden bermula pada Senin, 4 Agustus 2025. Sekitar pukul 20.00 Wita, empat WNA tiba di Restoran The Cameng. Lokasinya di Jalan Hangtuah, Sanur. Mereka baru saja tiba dari pelabuhan. Keempatnya selesai berlibur dari Nusa Penida.
Menurut kesaksian karyawan restoran, dua WNA duduk di satu meja. Dua WNA lainnya duduk di meja berbeda. “Saksi melihat perdebatan di antara mereka. Perdebatan itu berujung pada perkelahian,” ujar Sukadi. Karyawan restoran segera melaporkan kejadian ini.
Petugas Kepolisian dari Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan langsung tiba di lokasi. Tim olah TKP dikerahkan. Mereka mengumpulkan barang bukti. Polisi juga memastikan kondisi para WNA yang terlibat.
Semua WNA yang ricuh dibawa ke Rumah Sakit Internasional Sanur. Petugas memastikan mereka mendapat perawatan. “Kami telah melakukan olah TKP. Barang bukti sudah diamankan. Kami juga mengecek kondisi korban di rumah sakit,” kata Sukadi. Polisi bertindak sesuai prosedur.
Penyidik Polsek Denpasar Selatan bekerja keras. Mereka memeriksa tujuh orang saksi dari pihak restoran. Polisi juga menjalin komunikasi dengan konsulat Tiongkok. “Penyidik telah meminta keterangan dari para saksi. Kami juga bersurat dan berkoordinasi dengan konsulat,” ucap Sukadi. Koordinasi ini sangat penting untuk kasus WNA.
Langkah selanjutnya adalah mediasi. Polisi mengundang kedua belah pihak. Mediasi diadakan di Mako Polsek Denpasar Selatan. Kejadian ini berlangsung pada Rabu, 6 Agustus 2025. Perwakilan konsulat Tiongkok hadir. Mereka menyaksikan langsung proses damai ini.
Mediasi menghasilkan kesepakatan damai. Kedua WNA saling memaafkan. “Mediasi telah dilakukan dengan menghadirkan Konsulat Cina. Kedua belah pihak telah berdamai,” tutur Sukadi. Mediasi ini berhasil menyelesaikan kasus.
Para WNA menyampaikan penyesalan. Mereka berjanji menjaga ketertiban. “Para WNA meminta maaf kepada warga Bali. Mereka berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya,” kata Sukadi. Permintaan maaf ini diterima baik oleh publik.
Penanganan cepat polisi dipuji banyak pihak. Langkah ini menunjukkan profesionalisme. Serta komitmen menjaga keamanan Bali. “Kami berharap kasus ini menjadi pelajaran. Semua turis asing harus menghormati budaya lokal,” imbuh Sukadi.
Peristiwa ini mengingatkan pentingnya toleransi. Serta menjaga ketertiban umum. Setiap masalah dapat diselesaikan dengan baik. Apabila ada komunikasi dan mediasi. Kasus perkelahian WNA kini sudah ditutup. Kondisi Sanur kembali kondusif. GA.



