DENPASAR, OborDewata.com – Menjelang Hari Raya Galungan pada Rabu (3/8/2023) PLN UID Bali kembali mengimbau masyarakat agar waspada memasang penjor jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Hal tersebut disampaikan Manager Komunikasi PT PLN UID Bali, I Made Arya, dimana pihaknya mengingatkan pada 2023 terjadi 7 kali gangguan kelistrikan akibat penjor. Ungkap Manager Komunikasi PT PLN UID Bali, I Made Arya jumlah ini sama dengan total seluruh gangguan akibat penjor sepanjang 2022.
“Kalau terlalu dekat dengan jaringan listrik bila penjor tertiup angin maka akan menempel ke jaringan yang menyebabkan penjor akan terkena aliran listrik, dan itu sangat berbahaya,” terangnya.
Dijelaskannya juga bahwa sepanjang tahun 2021 telah terjadi 14 gangguan yang diakibatkan oleh penjor, tahun 2022 terjadi 7 gangguan, dan mulai Januari hingga Juni 2023 sudah terjadi gangguan sebanyak 7 gangguan.
“Jika bambu yang dipasang untuk penjor masih dalam keadaan basah saat bersentuhan dengan listrik 20 KV milik PLN akibatnya bisa fatal, “ imbuhnya.
Sementara itu Manager Keselamatan, Kesehatan Kerja, Lingkungan, dan Keamanan PLN UID Bali I Made Ariana menyebut, berkaitan dengan keamanan pemasangan penjor, bagaimana rasa aman dan budaya ataupun hari raya bisa sejalan.
“Terkait dengan keamanan pemasangan penjor, kita di sini tidak berbicara ketika penjor tersebut sudah terpasang tetapi kita harus fokus juga pada saat proses pemasangannya, ketika sudah terpasang, dan pada saat pencabutannya. Ini juga ada potensi bahaya dari pemasangan penjor itu sendiri. Pada saat pemasangan walaupun penjor yang dibuat pada saat terpasang berjarak 2,5 meter tapi pada saat pemasangan itu ada aktivitas mengangkat, kemiringan, hal ini juga harus menjadi perhatian. Dan pada saat terpasang jarak amannya terpenuhi minimal 2,5 meter dari jaringan listrik PLN khususnya jaringan tegangan menengah,” tandasnya. sathya



