Hukum

Agus Samijaya Raih Doktor, Serukan Perombakan Kebijakan demi Nasib Petani

897 Views
Raih gelar doktor, Agus Samijaya bersalaman dengan Gubernur Bali I Wayan Koster sebagai Tim Penguji. (istimewa).

OborDewata.com, DENPASAR- Agus Samijaya, seorang doktor baru dari Universitas Udayana, menyerukan reformasi kebijakan. Disertasinya menyoroti masalah struktural di sektor pertanian. Ia berpendapat, para petani di Indonesia hidup dalam ketidakpastian.

“Sektor perbankan itu tidak mau membangun pertanian. Petani-petani kita seperti hidup segan mati tak mau karena ketika panen, harga anjlok,” ujar Agus Samijaya.

Tim penguji promosi doktor Agus Samijaya terdiri dari delapan ahli hukum terkemuka. Salah satu penguji eksternal adalah Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M. Ini menunjukkan bobot dari penelitian yang dilakukannya.

“Pentingnya reformasi hukum dan perbankan itu sangat strategis. Ini bisa mensupport dan memperkuat sektor pertanian dalam arti luas,” jelasnya.

Menurutnya, lebih dari 27 juta jiwa masyarakat miskin di pedesaan adalah petani. Kelompok ini rentan karena kurangnya akses modal. Mereka seringkali terperangkap dalam jeratan tengkulak.

“Reforma agraria itu sebetulnya arahnya adalah membangun kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kebutuhan yang ada. Itu dilakukan oleh negara-negara tetangga kita,” terangnya.

Agus juga menyoroti pentingnya reforma akses. Ia mengajak untuk memperluas akses petani terhadap fasilitas dan sarana-prasarana pertanian. Contohnya, irigasi, jalan, dan teknologi pertanian.

“Reformasi akses memberikan edukasi pasar dan teknologi pertanian. Kita harus memperkuat kebijakan perbankan agar dapat mendukung sektor pertanian,” tuturnya.

Di akhir disertasinya, Agus menekankan pentingnya perlindungan ekologi. Bencana banjir di Denpasar merupakan peringatan. Lahan resapan air berubah menjadi bangunan beton tanpa kendali.

“Masyarakat harus waspada terhadap bencana, termasuk kerusakan lingkungan. Ini juga harus menjadi bahan pertimbangan bagi para pembuat kebijakan di masa mendatang,” ungkapnya.

Agus memberikan penghormatan kepada para petani dan nelayan. Ia menyebut mereka sebagai pahlawan pangan Indonesia. Agus berharap disertasinya menjadi catatan penting bagi para pembuat kebijakan.

“Pahlawan pangan adalah petani dan nelayan. Mereka yang memberi nutrisi, tetapi kita sering abai. Perlindungan masyarakat adat dan wilayah juga harus diutamakan,” katanya. GA