Ekonomi Bisnis

Rahinan Tumpek Landep Bank BPD Bali QRISkan Pasar Tradisional Galang Ayu

415 Views

DENPASAR, OborDewata.com – Bertepatan dengan Rahinan Tumpek Landep Bank BPD Bali menunjukan komitmennya untuk terus memperluas akseptasi pembayaran digital, salah satunya melalui fasilitasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di pasar-pasar. Pasar tradisional menjadi salah satu prioritas perluasan digitalisasi, karena urgensi opsi pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman dan handal seiring meningkatnya penggunaan transaksi QRIS.

Acara launching S.I.A.P QRIS, dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali, Dr, Ir, Tjokorda Oka Ardana Sukawati, M.Si, Asisten Gubernur/Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, dan Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, S.H., M.H yang di dampingi oleh komisaris dan direksi Bank BPD Bali yang terhormat lainnya di Pasar Galang Ayu pada Sabtu (9/4/2022).

Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma S.H., M.H., mengatakan, digitalisasi pasar yaitu Pasar Tradisional Modern Galang Ayu, merupakan pasar swasta tradisional dengan konsep modern yang berada di kawasan Pemogan Denpasar, dengan lokasi di Jalan Pulau Galang No. 23 Denpasar. Pasar tradisional yang dianggap sebagai jantung kegiatan ekonomi masyarakat, menjadi salah satu prioritas perluasan digitalisasi.

“Inilah bentuk komitmen tinggi kita untuk mengarahkan masyarakat, terutama di area pasar tradisional untuk lebih sigap mengoptimalkan transaksi non tunai menggunakan QRIS.

Lanjutnya Nyoman Sudharma menjelaskan, Bank BPD Bali dalam menyasar Pasar Tradisional Modern Galang Ayu mengambil program Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai (S.I.A.P) QRIS adalah pasar tradisional. Pasalnya, didalam pasar masih terdapat transaksi yang menggunakan tunai atau cash. Untuk itulah Bank BPD Bali menggencarkan transaksi menjadi nontunai atau cashless melalui SIAP QRIS, dengan tujuan tidak hanya membantu pencegahan penularan Covid-19, tetapi dari segi ekonomi dapat membantu para pedagang pasar belajar menyusun laporan keuangannya.

“Dilihat dari tren kedepan, pembeli adalah kaum milenial yang sedikit membawa yang tunai dan sudah menggunakan teknologi digital dalam melakukan transaksi. Hal ini juga dapat meminimalisir peredaran uang palsu di area pasar tradisional,” ungkapnya.

Ditambahkan, digitalisasi pasar merupakan sesuai dengan arahan bapak Presiden RI, Joko Widodo, yakni BUMN ataupun Pemda diwajibkan melakukan transaksi pada sektor UMKM, sehingga Bank BPD Bali senantiasa siap hadir untuk mendukung UMKM, dalam hal ini digitalisasi pembayaran non tunai menggunakan QRIS. Sehingga kegiatan yang dilakukan oleh Bank BPD Bali, mampu menciptakan ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan efisien. “Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen Bank BPD Bali dalam mendukung program pemerintah, yang searah dalam perluasan transaksi digital dimana hal tersebut selaras dengan Tatanan Kehidupan Era Baru sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru,” ucap Sudharma seraya menambahkan, program Pasar S.I.A.P QRIS akan terus diperluas ke berbagai pasar maupun pusat perbelanjaan lainnya, untuk semakin meningkatkan penggunaan QRIS sebagai solusi pembayaran nirsentuh yang lebih higienis dalam rangka mengawal Pemulihan Ekonomi Nasional.

Sementara Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta mengatakan masyarakat sudah mulai berpindah untuk melakukan transaksi secara online. Artinya yang tadinya tidak biasa melakukan belanja online seperti baby boomer mulai mau untuk belanja secara online. Hal ini dikarenakan adanya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) atau PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang akhirnya memaksa untuk belanja secara online. “Menurutnya, tren peningkatan ini akan terus berkembang ke depannya meski ke depan pandemi sudah berakhir. Kebiasaan masyarakat melakukan transaksi online tidak akan berkurang,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, pemilik pasar galang ayu, Putu Gede Budiada, S.E mengatakan, tujuan digalakkannya pembayaran non tunai menggunakan QRIS adalah untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan, sehingga kinerja dan kualitas UMKM yang ada di pasar Galang Ayu terjamin. “Saya ucapkan terimakasih Bank BPD Bali yang sudah berkomitmen mendigitalisasi Pasar Galang Ayu,” pungkasnya. sathya