Ekonomi BisnisLifeStyle

Pelindo Siap Layani Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Benoa

885 Views

DENPASAR, OborDewata.com – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Pelindo Regional Bali Nusra menyiapkan pelayanan optimal dalam menghadapi periode Angkutan Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Benoa. Berbagai langkah kesiapan dilakukan guna memastikan kelancaran operasional pelabuhan serta kenyamanan masyarakat yang menggunakan transportasi laut selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

Sebagai bagian dari kesiapan operasional tersebut, Pelindo bersama seluruh stakeholder pelabuhan membuka Posko Angkutan Lebaran Tahun 2026 yang akan berlangsung mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026 di Pelabuhan Benoa. Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi pelayanan, pengawasan operasional, serta pemantauan pergerakan kapal dan penumpang selama periode angkutan Lebaran.

Berdasarkan data taksiran sementara periode 7 Maret hingga 7 April 2026, Pelabuhan Benoa diproyeksikan melayani sekitar 4.480 penumpang dengan total 8 kunjungan kapal penumpang. Jumlah tersebut terdiri dari 2.664 penumpang embarkasi dan 1.816 penumpang debarkasi.

Jumlah tersebut tercatat menurun dibandingkan periode Angkutan Lebaran tahun 2025, di mana Pelabuhan Benoa melayani 7.424 penumpang, yang terdiri dari 5.338 penumpang embarkasi dan 2.086 penumpang debarkasi dengan 7 kunjungan kapal penumpang. Secara year on year (YoY), trafik penumpang pada Angkutan Lebaran 2026 di Pelabuhan Benoa diproyeksikan menurun sekitar 39,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

General Manager Pelindo Regional Bali Nusra Agung Mataram menjelaskan bahwa penurunan trafik penumpang tersebut dipengaruhi oleh penyesuaian operasional rute kapal yang dilakukan oleh operator pelayaran.

“Penurunan jumlah penumpang pada periode Lebaran tahun ini salah satunya dipengaruhi oleh adanya pengalihan beberapa rute kapal penumpang oleh operator pelayaran. Beberapa kapal yang biasanya melayani rute Benoa dialihkan untuk memperkuat layanan pada jalur dengan permintaan mudik yang lebih tinggi, khususnya rute Kalimantan–Jawa,” ujar Agung.

Selain itu, tren pergerakan penumpang pada periode Lebaran di Bali secara historis memang relatif lebih rendah dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Hal ini dipengaruhi oleh karakteristik demografi masyarakat Bali yang mayoritas non-muslim sehingga mobilitas mudik Lebaran tidak setinggi daerah lain.

Berdasarkan pola pergerakan penumpang yang tercatat, puncak arus penumpang diperkirakan terjadi pada pertengahan Maret 2026, dengan jumlah penumpang tertinggi tercatat pada 16 Maret 2026 sebanyak 948 penumpang, disusul 14 Maret 2026 sebanyak 876 penumpang.

Meski demikian, Pelindo tetap memastikan kesiapan fasilitas dan operasional pelabuhan guna mendukung kelancaran pelayanan selama periode Angkutan Lebaran. Berbagai langkah telah dilakukan mulai dari optimalisasi fasilitas terminal penumpang, peningkatan koordinasi dengan KSOP, PT Pelni serta instansi terkait, penyiapan personel operasional tambahan selama masa posko, hingga penguatan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa pelabuhan.

Melalui berbagai kesiapan tersebut, Pelindo berharap penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di Pelabuhan Benoa dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, serta memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat pengguna transportasi laut. mas/sathya