DENPASAR, OborDewata.com – Dampak pandemi Covid-19 dalam 2 tahun terakhir ini, memang sangat dirasakan di semua bidang, tanpa kecuali kegiatan ekspor. Namun, setelah badai Covid-19 makin terkendali dan kasusnya melandai, kini semua sektor mulai tumbuh. Seperti halnya, nilai ekspor pertanian dalam arti luas pada 2022 melonjak dibandingkan tahun 2021. Jika tahun 2021 yang nilainya hanya Rp93.970.120.338, pada tahun 2022, kini nilainya telah melonjak menjadi Rp119.218.610.361. . “Ya nilai ekspor pertanian pada 2022 naik dibandingkan tahun 2021,” ungkap Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar, Putu Terunanegara yang didampingi sejumlah pejabat Balai Karantina Kelas I Denpasar lainnya, saat menggelar Coffee Morning bersama puluhan media, pada Kamis (22/12/2022).
Pihaknya lebih rinci menyampaikan, nilai ekspor pertanian terdiri atas perkebunan senilai Rp49.047.433.363, ekspor holtikultura senilai Rp7.997.070.477, ekspor tanaman pangan senilai Rp6.055.000, dan ekspor peternakan senilai Rp62.168.051.521. Dengan begitu, secara keseluruhan nilai ekspor pertanian mencapai Rp119.218.610.361. Walau ekspor pertanian mengalami kenaikan, Terunanegara menegaskan untuk tahun 2022 ini, ekspor manggis yang menjadi andalan Bali belum maksimal. Hal ini semata-mata karena keterlambatan panen manggis akibat pergeseran musim. “Entah kenapa, panen manggis yang menjadi andalan ekspor komoditi pertanian tak maksimal tahun ini,” tegasnya lagi, karena kondisi berbeda terjadi untuk ekspor non pertanian yang justru mengalami penurunan yang cukup drastis.
Pada tahun 2021 ekspor nonpertanian Bali mencapai Rp40.074.736.131, sementara pada 2022 nilainya hanya Rp11.445.251.814. “Penurunannya hingga Rp28.629.484.317,” tegasnya. Dia meyebut, ekspor nonpertanian meliputi furniture dan handicraft. Hal ini, katanya, semata-mata karena tak adanya layanan fumigasi serta tak adanya kapal yang menangani ekspor di Pelabuhan Benoa, serta belum maksimalnya penerbangan. “Karena persoalan inilah, ekspor Bali dari sektor nonpertanian mengalami penurunan,” ujarnya. Pada kesempatan itu, Terunanegara menyatakan kabar gembira bahwa Kantor Karantina Pertanian Kelas I Denpasar sukses meraih dua penghargaan sekaligus. Pertama sebagai wilayah bebas korupsi dari KPK, dan yang kedua, dalam hal keterbukaan informasi publik sukses meraih peringkat I terinformatif. “Ini semua berkat dukungan semua para stakeholder termasuk kalangan media,” tandasnya. tim/sathya/ama/



