DENPASAR, OborDewata.com – Hubungan harmonis antara Lembaga Perkreditan Desa (LPD) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas bisnis perbankan biasa.
Ketua Badan Kerja Sama (BKS) LPD Provinsi Bali, I Nyoman Cendikiawan, mendorong adanya perhatian lebih dan komitmen nyata dari jajaran direksi serta pemegang saham Bank BPD Bali terhadap keberlangsungan LPD di seluruh Bali.
Cendikiawan menegaskan bahwa secara historis, LPD dan BPD Bali adalah dua pilar yang tidak terpisahkan dalam membangun ekonomi krama Bali. Sejak berdirinya LPD pada tahun 1984, kerja sama dalam hal penempatan dana hingga pelatihan SDM telah berjalan sangat erat.
”Konsepnya jelas, BPD membangun Bali dan kita di LPD membangun mulai dari tingkat desa adat. Meski saat ini regulasi dalam Perda hanya bersifat tersirat (tidak mewajibkan secara tertulis), namun komitmen kami tetap kuat untuk memprioritaskan BPD Bali,” ujar Cendikiawan pada Rabu (4/2/2026)
Menanggapi laporan laba dan dividen BPD Bali yang cukup besar bagi pemegang saham, BKS LPD berharap ada timbal balik yang lebih signifikan bagi LPD. Mengingat, aset LPD yang ditempatkan di BPD Bali memiliki porsi yang sangat besar.
Estimasi Aset: Sekitar 20% hingga 25% dari total aset di BPD Bali berasal dari dana LPD. Dimana total Dana Diperkirakan mencapai angka di atas Rp10 triliun.
”Dengan dana yang lumayan besar itu, kami berharap ada perhatian yang lebih, tidak sekadar bunga. Ini adalah konsep saling menguntungkan (mutualism). Kami rutin menyuarakan kepada kepala LPD dan pengawas baru agar tetap menjaga komitmen historis ini,” tambahnya.
Selain aspek finansial, Cendikiawan juga meminta BPD Bali dan pemerintah selaku pemegang saham untuk pasang badan jika ada pemberitaan miring yang menyudutkan LPD secara institusi. Ia menekankan bahwa permasalahan yang muncul seringkali hanyalah ulah oknum, bukan kegagalan sistem.
Dari total 1.439 LPD yang ada di Bali, sebagian besar masih dalam kondisi sangat sehat dan berkinerja baik.
”Kalau LPD ‘digoyang’ dan tidak ada tanggapan atau komitmen dari mitra kita (BPD), itu akan berpengaruh pada kinerja kolektif. Kami ingin ada pernyataan bersama bahwa jika ada persoalan, itu adalah oknum, bukan lembaganya,” tegas Cendikiawan.
Melalui sinergi yang lebih kuat, BKS LPD berharap Bank BPD Bali dapat terus menjadi pengayom bagi lembaga keuangan milik desa adat tersebut di tengah persaingan ketat dengan lembaga keuangan lainnya. tra/dx


