Ekonomi BisnisLifeStyle

Gubernur Bali Wayan Koster Dukung Aplikasi Berbasis Desa Adat PT Sentrik Persada Nusantara

871 Views

DENPASAR, OborDewata.com — Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan dukungannya terhadap pengembangan aplikasi berbasis desa adat yang digagas oleh PT Sentrik Persada Nusantara. Dukungan tersebut diberikan karena konsep aplikasi dinilai sejalan dengan visi pembangunan Bali yang berlandaskan kearifan lokal, penguatan desa adat, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dalam pernyataannya, Gubernur Wayan Koster menegaskan bahwa kepala daerah memiliki kewajiban untuk mendorong inovasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital harus diarahkan untuk memperkuat potensi lokal, bukan justru meminggirkan pelaku usaha masyarakat setempat.

“Kepala daerah wajib memacu warganya agar sejahtera. Teknologi dan sistem digital harus digunakan untuk melindungi dan memberdayakan ekonomi lokal, termasuk desa adat,” ujar Wayan Koster pada Jumat (30/1/2026).

Ia menilai sistem aplikasi yang dikembangkan PT Sentrik Persada Nusantara memiliki konsep yang matang karena tidak memulai dari nol, melainkan mengintegrasikan sumber daya yang sudah ada di desa adat. Dengan sistem yang terstruktur dan terintegrasi, aplikasi ini diharapkan mampu menjadi solusi atas berbagai tantangan, khususnya di sektor transportasi dan layanan berbasis masyarakat.

Founder PT Sentrik Persada Nusantara, I Made Sudiana, menjelaskan bahwa ide pengembangan aplikasi ini berangkat dari keprihatinan terhadap semakin terdesaknya pelaku usaha lokal, khususnya transportasi lokal, akibat masifnya pertumbuhan sistem berbasis aplikasi yang tidak berpihak pada masyarakat setempat.

“Pertumbuhan ekonomi memang berjalan pesat, tetapi partisipasi masyarakat lokal justru semakin kecil. Transportasi lokal kehilangan ruang, yang kemudian memunculkan persoalan ekonomi dan sosial,” jelas Sudiana.

Melalui konsep transportasi dan layanan digital berbasis desa adat, PT Sentrik Persada Nusantara berupaya menghadirkan model bisnis yang adil dan berkelanjutan. Desa adat diposisikan sebagai pemilik kekuatan utama, koperasi sebagai pengelola operasional, dan perusahaan sebagai penyedia serta pendukung teknologi aplikasi.

Sudiana menambahkan bahwa sistem yang dikembangkan mengusung konsep terintegrasi antara layanan offline dan online, dengan prinsip transportasi hijau serta pemberdayaan masyarakat. Aplikasi ini juga dirancang agar desa adat berperan sebagai co-creator, bukan sekadar pengguna.

“Desa adat memiliki kekuatan sosial dan budaya yang luar biasa. Tugas kami adalah membantu memanfaatkan kekuatan tersebut melalui teknologi agar masyarakat lokal tetap menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri,” katanya.

Dengan dukungan Pemerintah Provinsi Bali, PT Sentrik Persada Nusantara berharap aplikasi berbasis desa adat ini dapat menjadi model nasional dalam pengembangan sistem digital yang berpihak pada kearifan lokal, ekonomi kerakyatan, dan pembangunan berkelanjutan. dx/tra