Daerah

Dinas Peternakan dan Tanaman Pangan Prov Bali Gelar Gebyar Vaksin Rabies, Siapkan 278 ribu Vaksin

372 Views

DENPASAR, OborDewata.com – Efek tidak adanya anggaran untuk vaksin rabies semenjak tahun 2019 dan 2020, yang mengakibatkan kasus rabies di Bali di tahun 2022 menjadi meningkat. Maka dari itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali pada Desember 2022 menggelar Gebyar Vaksi Rabies didukung bersama Tisira (Tim Siaga Rabies), yang melibatkan kepala desa, yowana, babinsa dan bidan desa, sehingga pelaksanaan vaksin rabies antar desa sangat efektif dan pastinya tepat sasaran, sebab Tisira tersebut sudah mendata anjing dan hewan ternak di desanya, sehingga pada tahun 2023 nanti Bali akan bebas rabies yang aman dikunjungin oleh wisatawan.

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov Bali, I Wayan Sunada menegaskan, dirinya dalam menghadapi kasus rabies di Bali tidak akan main-main, bentuk keseriusannya tersebut dibuktikan dengan menggelar Gebyar Vaksin Rabies dengan menyiapkan vaksin rabies sebanyak 278 ribu, yang diambil dari APBN 78 ribu dan bantuan dari Australia sebanyak 200 ribu. Ia pun mengakui jumalah vaksin tersebut sudah tentu masih kurang, dan kekurangan tersebut pihaknya akan meminta bantuan pusat, agar Bali menjadi zero rabies.

“Desember 2022 ini kita gelar Gebyar Vaksin Rabies diwali dengan 278 ribu vaksin yang akan kita sebar ke seluruh kabupaten/kota di Bali,” tegasnya di sela-sela Rapat koordinasi Gebyar Vaksin Rabies yang dihadiri oleh Kabid PKH Buleleng, Made Suparna dan Tim AIHSP (Austrlia Indonesia Health Security Partnership) yang mendukung adanya Gebyar Vaksin Rabies di Bali.

Sunada melanjutkan, pihaknya sangat optimis kasus rabies di Bali tahun 2023 sudah bisa dituntaskan. Keyakinan tersebut dimatangkan dengan pengalaman menangani kasus PMK di Bali beberapa waktu lalu, yang saat itu juga pihaknya menggelar vaksin PMK dan skenario vaksin PMK juga akan dipakai kembali pada Gebyar Vaksin Rabies. “Setelah sukses pada penangan kasus PMK, penerapan skenarionya juga akan kita terapkan pada penanganan Gebyar Vaksin Rabies, dan saya optimis 2023 nanti kasus rabies di Bali sudah bisa ditangani,” ungkapnya.

Sunada menjelaskan, dalam pelaksanaan gebyar tersebut pihaknya juga membentuk A Tim, yang per timnya terdiri dari 5 orang. Dan pihaknya berharap kepada pemilik hewan peliharaan terutama anjing yang belum mendapatkan vaksin rabies, agar dikandangkan dahulu yang nantinya ketika petugas vaksin rabies datang bisa cepat memberikan suntikan vaksin. “Saya harap sebelum dikunjungin petugas vaksin rabies, pemilik hewan agar mengkandankan terdahulu hewan peliharaannya, untuk memudahkan kami memberikan vaksin rabies,” harapnya. sathya