DENPASAR, OborDewata.com – Era digitalisasi kini merambah jantung pertahanan budaya Bali, yakni Desa Adat. Langkah inovatif muncul melalui kehadiran aplikasi Tri Hita Trans, sebuah platform transportasi dan layanan berbasis komunitas desa. Inovasi ini mendapat apresiasi positif dari kalangan akademisi, salah satunya datang dari Dr. I Wayan Sujana, S.Ag., M.Ag., akademisi dari Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
Ketika dihubungi, Dr. I Wayan Sujana, kehadiran Tri Hita Trans bukan sekadar urusan bisnis transportasi online, melainkan upaya nyata dalam mengimplementasikan konsep filosofis Tri Hita Karana di tengah gempuran modernitas. Dalam pandangannya, Dr. I Wayan Sujana menekankan bahwa aplikasi ini memiliki nilai pembeda yang kuat dibandingkan platform global lainnya.
“Aplikasi ini lahir dari semangat keberpihakan untuk desa adat dalam memberdayakan potensi lokal. Keuntungan yang dihasilkan kembali ke desa, mendukung kegiatan adat, dan memperkuat ekonomi krama,” ujarnya pada Rabu (18/2/2026).
Dengan berbasis desa adat, aplikasi ini secara tidak langsung menjaga kedaulatan wilayah dan memastikan identitas budaya tetap terjaga di tengah arus ekonomi digital. Bahwa dukungan akademisi sangat penting untuk memastikan teknologi tetap berjalan beriringan dengan nilai-nilai spiritual dan sosial di Bali.
“Teknologi adalah sarana, namun tujuannya tetaplah kesejahteraan manusia dan keharmonisan alam. Tri Hita Trans menunjukkan bahwa digitalisasi tidak harus mencerabut akar budaya, justru bisa menjadi pelindung bagi tatanan desa adat kita,” tambah Dr. I Wayan Sujana.
Dr. I Wayan Sujana berharap Tri Hita Trans dapat menjadi contoh bagi inovasi-inovasi lain di Bali. Beliau mendorong seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda di desa, untuk melek teknologi tanpa meninggalkan jati diri sebagai masyarakat adat.
Dengan adanya dukungan dari tokoh akademisi sekaliber Dr. I Wayan Sujana, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem ekonomi mandiri melalui aplikasi ini semakin kuat, demi mewujudkan Bali yang berdikari secara ekonomi dan tetap ajeg secara budaya. tra/dx



