DENPASAR, OborDewata.com – Program Studi (Prodi) Farmasi Klinis Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIIK) Universitas Bali Internasional (UNBI) berhasil meraih akreditasi berpredikat “Baik Sekali”.
Untuk itu, Prodi Farmasi Klinis UNBI sebagai salah satu Program Studi S1 Farmasi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) pertama memiliki akreditasi “Baik Sekali” di Bali, bahkan NTB dan NTT.
“Kami memiliki keunggulan sebagai Farmasi Klinis, tetapi mahasiswa juga dibekali pengetahuan ilmu farmasi secara umum, dari hulu hingga hilir (general pharmacy),” kata Rektor UNBI Prof.Dr.dr.I Made Bakta Sp.PD-KHOM di Denpasar, Selasa (18/4/2023).
Hal itu disampaikan ketika Penyerahan Sertifikat LAM-PTKes Prodi Farmasi Klinis FIIK UNBI. Prof Bakta menerima sertifikat tersebut yang diserahkan oleh Ketua Yayasan Anugrah Husada Bali Indonesia Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd, CHT, CHA, disaksikan oleh Koordinator Kelembagaan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII I Wayan Sudarma S.Sos.,MAP.
Sertifikat itu diterima setelah UNBI melakukan asesmen lapangan dari LAM-PTKes melalui asesor Prof. Dr. apt. H. Achmad Syahrani, MS. bersama Dr. apt. Sutriyo M. Si. pada tanggal 9-11 Maret 2023 di UNBI. Berdasarkan hasil asesmen, maka Prodi Farmasi Klinis ditetapkan dengan Status Terakreditasi, nilai 339 dan Peringkat Baik Sekali. Hal itu diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk memilih kampus UNBI untuk melanjutkan pendidikan bidang farmasi klinis.
Prof Bakta menambahkan, keunggulan prodi tersebut terkait penggunaan obat herbal/tradisional yang digunakan oleh masyarakat secara turun-temurun. Dengan adanya pembuktian secara alamiah melalui studi atau pengujian (evidence based), selanjutnya dapat dijelaskan kepada masyarakat untuk penggunaan obat herbal/tradisional yang benar kepada masyarakat secara klinis.

Sementara itu, Ketua Yayasan Anugrah Husada Bali Indonesia Dr. Gede Astina merasa bersyukur atas keberhasilan tersebut. Dalam mendukung Prodi itu dan program studi lainnya di bawah kampus UNBI, pihaknya akan terus melakukan perbaikan kualitas dan kuantitas, termasuk kerjasama international.
“Kami akan dukung saran dan prasarana agar target kualitas dan kuantitas itu dapat dicapai dengan baik,” ujarnya.
Bagaimana kebutuhan sarana atau LAB dipenuhi, pun usaha tetap dilakukan. Upaya itu agar proses belajar mengajar bisa berjalan. Kerjasama luar negeri tersebut mencangkup Tri Dharma perguruan tinggi yakni dunia pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Kerjasama luar negeri memungkinkan adanya pertukaran pelajar dengan kampus luar negeri, kolaborasi penelitian dengan peneliti luar negeri sehingga menjadi partner dalammelakukan kegiatan sehingga dapat mewujudkan kualitas kehidupan yang lebih baik. Berikutnya dalam memfasilitasi peningkatan karir lulusan prodi Farmasi Klinis maka FIIK UNBI akan membuka prodi Profesi Apoteker. Dengan hal itu, masyarakat akan semakin tertarik kuliah di UNBI Pulau Dewata. Apalagi kampus itu terletak di perkotaan dekat dengan destinasi wisata dunia.
Sedangkan, Koordinator Kelembagaan LLDikti Wilayah VIII I Wayan Sudarma mengingatkan agar PTS terus meningkatkan akreditasinya.
Oleh karena, cerminan atau kualitas PTS nampak pada raihan akreditasi tersebut. “Baik atau buruknya kampus terlihat dari akreditasinya. Upaya itu agar mutu lulusan jadi unggul. Kalau masih akreditasinya nilainya C maka perlu ditingkatkan menjadi Baik Sekali,” pungkasnya. aya/sathya



