GIANYAR, OborDewata.com – Sosok Pahlawan Nasional, RA Kartini menjadi panutan dari segala kaum, hal tersebut dibuktikan oleh DPW Srikandi PP (Pemuda Pancasila) Bali mengajak para kaum wanita milenial dalam lomba, mesanggul, beauty class, dan nyuun gebogan. Acara ini dilakukan, sebagai bentuk edukasi Srikandi PP kepada wanita milenial Bali agar bisa berkarya dan tetap mandiri, sekaligus mampu mempertahankan budaya Bali ditengah gempuran kemajuan jaman.
Ketua DPW Srikandi PP Prov Bali, Anak Agung Istri Yuli Savita Sari mengatakan dengan dibuatnya acara tersebut pada lomba mesanggul bertujuan, meskipun para wanita mempunyai banyak kesibukan bisa tetap berpenampilan menarik, merawat diri. Sedangkan pada lomba menyuun gebogan yang pertama kali dibuat oleh Srikandi PP, dimana nantinya para Srikandi meskipun memiliki karir tetap tidak melupakan jati dirinya akan menjaga dan melestarikan adat budaya Bali. “Dalam kegiatan ini kami ingin memberikan kepada Srikandi PP Bali untuk memiliki keterampilan, kecantikan serta menjaga adat budaya Bali sebagai bagian dalam menanamkan jiwa nasionalis dan kebangsaan dalam menjaga keutuhan NKRI,” tegasnya pada Sabtu (23/4/2022).
Sementara, Ketua DPW Sapma (Satuan Pelajar dan Mahasiswa) Bali, Cokorda Krisna Yudha memapaparkan, acara yang digelar oleh Srikandi PP dirinya sangat mengapresiasinya. Pasalnya, para peserta yang mengikuti lomba juga ditanamkan jiwa-jiwa Kartini yang patut dicontoh, sebab sosok RA Kartini juga bisa dikatakan sebagai budayawan, dan pihaknya tidak ingin dipesatnya era kemajuan jaman budaya-budaya Bali tergerus. “Adanya kegiatan ini sebagai pencegahan hilangnya budaya akibat merosotnya mental, dan saya harap ini bisa membangkitkan semangat anak-anak muda dalam menjaga, melestarikan budaya, serta memberikan peran semangat emansipasi wanita dan dunia boleh modern tetapi budaya harus kita pertahankan,” tegasnya.
Krisna menambahkan, pihaknya tidak ingin acara pemahaman budaya oleh Sirkandi PP agar tidak putus dan bisa terus berlanjut. Sebab acara ini, merupakan suatu bentuk dorongan terhadap kaum wanita agar terus berkreatifitas pengembangan diri terutama kaum wanita. “Sejatinya wanita Bali sangat luar biasa kuat dan tangguh, selain bisa mencari nafkah wanita Bali juga tidak melupakan kodratnya dalam mejajaitan, mebanten, dan ini perlu diapresiasi kemampuannya,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut diikuti oleh para pemudi yang berada di wilayah Kabupaten Ubud. Dan dihadiri oleh Pemuda Pancasila, Sapma (Satuan Pelajar dan Mahasiswa) Bali, dan SC (Social Comunity) 234. sathya



