Nasional

Efek KTT G20 Gubernur Jawa Barat Gaet Trliunan Investasi, Dirikan Kampus Internasional

153 Views

BADUNG, OborDewata.com – Efek KTT G20 ternyata membuahkan hasil buat Gubernur Jawa Barat, Mochammad Ridwan Kamil atau biasa disapa Kang Emil sukses mengaet investasi triliunan Rupiah dari KTT G20, salah satunya untuk mendirikan kampus baru di Jawa Barat. Karena meskipun tidak berstatus sebagai tuan rumah di Bali, namun juga mendapatkan dampak langsung dari perhelatan Presidensi KTT G20. Sejumlah daerah juga merasakan dampak investasi dari perhelatan acara tersebut, utamanya kepala daerah yang ikut aktif melakukan pendekatan-pendekatan dengan pemerintah negara angota G20. Salah satu diantaranya adalah Provinsi Jawa Barat, yang mendapatkan investasi mencapai nilai triliunan di bidang energi terbarukan, dunia digital, dan pendidikan.

Kang Emil menerangkan, momentum KTT G20 dimanfaatkan pihaknya untuk sengaja datang ke Bali mencari investasi dari negara G20, untuk dikerjasamakan dengan Pemerintah provinsi Jawa Barat. Sebab semua pengambil keputusan dari negara pemegang peran ekonomi dunia itu berkumpul di Bali. Dari hasil lobying yang ia lakukan kepada sejumlah pengambil kebijakan negara terkait, pihaknya memperoleh investasi dengan kisaran nilai triliunan. Investasi berupa kerjasama itu ada sekitar 6 sampai 7 kesepakatan, yang terjadi di bidang energi terbarukan dan dunia digital yang paling banyak, ditambah dibidang pendidikan. “Saya 6 hari berada di Bali untuk mencari investasi. Modal tiket dan hotel, kemudian loby sana sini dapat rejeki,” ujarnya.

Seperti dikatakan salah satu bakal calon Presiden itu, saat jumpa pers bersama Pro Vice Chancellor (Global) Lancester University Inggris Mr Simon Guy, dan Pro Vice Chancellor (Intenational Rellation) Deakin University Australia Jhon Molony di Kuta, Badung, pada Senin (14/11/2022), di sektor pendidikan ada 2 universitas internasional yang diterangkannya siap untuk membuka kampus di Jawa Barat, yaitu Deakin University Australia dan Lancester University Inggris. Kedua universitas yang mempunyai sejarah saling bekerja sama di bidang pendidikan maupun riset itu, akan bergabung membuka universitas bersama di dalam satu lokasi di Jawa Barat. Namun mereka akan terlebih dahulu melakukan study di kampus sewa, setelah 4 hingga 5 tahun nantinya mereka akan mengembangkan kampus secara full permanen.

Tentunya hal itu didasari atas perkembangan kampus sewa ke depannya. “Ini sangat baik. Dengan adanya kampus ini maka anak-anak Indonesia yang ingin mendapatkan pendidikan berkualitas global dari 2 univesitas ini cukup datang ke satu kampus. Sehingga bisa menghasilkan kualitas berstandar dunia,”ungkapnya, seraya mengakui kerjasama di bidang pendidikan itu sangat penting dan mahal. Terlebih tahun 2045 Indonesia ingin menjadi negara adidaya yang syarat utamanya adalah kesiapan di bidang SDM. Untuk itu pihaknya berupaya melakukan lompatan untuk merealisasikan hal itu, dengan cara mewujudkan SDM yang produktif kompetitif, cerdas. Salah satunya dengan menghadirkan 2 universita internasional itu ssbagai pengayaan dalam kurun waktu 23-30 tahun kedepan.

Sebagai Gubernur Jawa Barat, Kang Emil memastikan proses-proses kerjasama itu akan berlangsung dengan lancar. Karena membuka universitas asing global ini baru diizinkan setelah lahirnya Omnibuslaw. Pihaknya membantu pihak universitas itu untuk memproses izin secara resmi di Kementerian Pendidikan dan kebudayaan, yang saat ini sedang berproses. Di mana kedua pimpinan univesitas itu diakuinya sangat mengapresiasi profesionalitas dari Kemendikbud dalam membantu realisasi hal itu. Jika proses perizinan itu diselesaikam Kemendikbud, maka pembukaan kampus tersebut akan segera dieksekusi di Badung Jawa Barat dengan sebaik-baiknya. Target realisasi pembangunan kampus tersebut riharapkan rampung total bulan September 2024, sehingga kampus itu dapat segera membuka kelas pertamanya.

Pada tahap 1, kampus itu akan dialokasikan bertempat di Kota Bandung. Namun untuk tahapn2 atau full kampus kedepannya akan ditempatkan menjauh dari kota, entah itu di daerah Jatinangor atau yang lainnya. Termasuk memperimbangkan 13 kota baru yang dipersiapkan di Jawa Barat. tim/tra/ama/yar