Nasional

Anggota Komisi VI DPR RI Apresiasi Pemkab Gianyar Kembangbiakan Ayam Upakara

1K Views

GIANYAR, OborDewata.com – Sulitnya dalam mencari ayam upakara mendorong Pemkab Gianyar dengan inisiator Bupati Gianyar tengah mengembangbiakkan ayam Bali asli tepatnya di Banjar Tarukan, Desa Pejeng Kaja, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar. pasalnya, keperluan ayam upakara bagi umat Hindu memerlukan ayam dengan bulu tertentu atau bahkan memiliki karakter khusus.

Dengan adanya inisiasi dari Pemkab Gianyar dalam pengembangbiakan ayam upakara, langsung diapresiasi oleh Anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Parta. ”Kemarin saya mengunjungi tempat pengembangbiakan Ayam Bali Asli di Banjar Tarukan Desa Pejeng Kaja. Dimana program ini digagas oleh Bupati Gianyar Made ‘Agus’ Mahayastra dengan tujuan mulia melestarikan kembali Ayam Bali. Dan yang terpenting agar masyarakat lebih mudah mendapatkan saat memerlukan,” ujar Parta, Jumat (26/5).

Ditambahkannya jika umumnya dalam upakara umat Hindu di Bali memang ada yang menggunakan sarana berupa ayam. Biasa disebut Siap (ayam,Red) Mearan atau Meadan dengan bulu tertentu. Seperti Siap Biying, Putih, Selem, Brumbun, hingga Putih Siungan. “Belum lagi yang corak bulunya punya karakter khusus seperti Biying Brahma, Biying Kuning, Siap Putih Batis Barak, dan lainnya yang memang cukup sulit ditemukan,” imbuhnya.

Tak hanya itu saja Parta merinci, Siap Mepenganggo seperti Siap Sandeh Dimpil Kare, Dimpil Tengen, Se Kedas Sandeh Putih Bersih, Siap Kuncir, Siap Jambul, Siap Wok, Godeg Rupa, Sangkur, Sangkut Sompret, Sangkur Sangjati, Siap Buwik, Ijo, Klau dan lainnya. Ada juga Siap Sudamala, Siap Grungsang, Siap Bulu Meri yang biasanya sangat dibutuhkan untuk upakara Mecaru, Bayuh, Ngewacakang, dan lainnya. “Kalau pun ada biasanya harganya mahal dan ukurannya kecil,” sebutnya.

Menurut politisi PDIP asal Desa Guwang, Sukawati tersebut, hal itu terjadi karena saat ini populasi ayam asli Bali sudah berkurang. Dimana rumah-rumah orang Bali jarang memelihara ayam dan sudah banyak terjadi persilangan ayam jenis lain seperti Kedu, Red, Bangkok, Betet dan lainnya.

Sehingga pihaknya pun berharap pengembangbiakan ayam asli Bali ini dapat berjalan dengan baik meskipun memang butuh waktu hingga satu tahun untuk mendapatkan ayam kampung asli Bali atau Siap Trah Bali. “Ini butuh kesabaran, dan kedepan desa-desa yang sudah ada Puspa Aman bisa memperluas budidaya Siap Asli Bali ini,” pungkasnya. ast/sathya