LifeStyle

V20: Teknologi AI Buat Alam Berbicara untuk Selamatkan Lingkungan

216 Views

BADUNG, OborDewata.com – Research Associate UNSW-Australia, Indonesia Dr. Nico Wanandy Ph.D mengharapkan penggunanya teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk penguatan dan penyelamatan lingkungan.

Dengan besarnya data AI yang dimiliki, diharapkan alam bisa “bersuara” secara otomatis memberikan informasi bagaimana cara merawat dirinya agar bisa terjaga untuk kehidupan berkelanjutan.

Oleh karena, selama ini kehadiran teknologi masih sebatas untuk pengembangan manusia, belum optimal untuk pemulihan lingkungan.

“AI teknologi berikan big data yang besar, misalnya tentang bakteri seakan-akan alam atau bumi berbicara untuk memudahkan kontrol. Teknologi biasanya lebih ke arah manusia. Untuk itu, teknologi yang benar melindungi atau perkuat alam bukan merusaknya,” kata Nico Wanandy di Badung, Kamis (20/10).

Hal itu disampaikan ketika NATURE Task Force Panel Discussion Values 20 (V20) resmi membuka Pertemuan Puncak atau V20 Summit 2022 bersama pembicara V20 2022 Delegate, Researcher in Big Data & AI, Saudi Arabia Mashael Alzaid dan Task Force Leader V20 2022, Driyarkara Working Task Force (KERAD) & Apintlaw Associated Program for International Law, Indonesia Henry Thomas Simarmata.

V20 adalah komunitas global pakar dan
praktisi nilai yang terlibat aktif dengan G20. Dengan visi menambah kedalaman pemahaman nilai-nilai dalam kebijakan publik, V20 berupaya menyokong G20 melalui solusi kebijakan berbasis fakta dan berpusat pada manusia yang berkontribusi untuk mengatasi tantangan global.

Diluncurkan pada tahun 2020, V20 telah menghasilkan, dan akan terus menyampaikan kebijakan dan rekomendasi yang tinggi manfaatnya bagi para kepala negara G20—maupun para pemimpin dunia—sebagai pertimbangan dan aktivasi mereka.

Dengan tema “Values at the Center”, pada tahun ini, V20 menggunakan lensa keberlanjutan sebagai kerangka utama untuk menjawab isu-isu prioritas G20 2022, yaitu Arsitektur Kesehatan Global, Transformasi Digital, dan Transisi Energi Berkelanjutan.

Sejalan dengan tema Presidensi G20 Indonesia, “Recover Together, Recover Stronger”, V20 berupaya menumbuhkan pengetahuan tentang nilai-nilai dalam kebijakan publik melalui solusi kebijakan berbasis data dan berpusat pada manusia yang berkontribusi untuk mengatasi tantangan global.

Maka dari itu, momentum V20 G20 bisa mendorong pemimpin dunia bisa menerapkan AI untuk deteksi alam rusak dan berikan solusinya. Teknologi itu bisa digunakan untuk selamatkan masa depan, alam dan budaya lokal.

“Untuk upaya merestorasi lingkungan, teknologi memiliki peran penting. Meskipun pada saat ini teknologi semakin gencar dan canggih, tetapi kita juga harus tetap memperhatikan komunitas lokal yang mungkin saja memiliki teknologi yang berbeda tapi sudah dilokalisasi dalam menghadapi satu masalah yang sama. Kombinasi kedua teknologi tersebut tentu akan dapat menciptakan hasil yang lebih unggul untuk alam dan ekonomi, serta berkaca pada nilai yang ada,” ujarnya.

Gagasan itu sudah diterapkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dibawah Asosiasi Lingkar Temu Kabupaten Lestari dari Pulau Kalimantan dan Sumatera. Sedangkan kabupaten/kota di Bali belum ada yang menerapkan.

Pada kesempatan itu, pihaknya memberikan apresiasi kepada petani yang sudah aktif menjaga ekosistem air, tanah dan lingkungan agar tetap hijau.

Sementara itu, V20 2022 Delegate, Researcher in Big Data & AI, Saudi Arabia Mashael Alzaid mendorong penggunaan AI lebih dioptimalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“AI sudah ada dalam kehidupan, misalnya smartphone,” ujarnya.

Untuk itu, teknologi yang diperlukan kebijakan dari pemimpin negara agar diarahkan dalam menjaga lingkungan.

Maka peran pemerintah dan pemimpin negara amat penting dalam menjaga lingkungan yang hijau dan keberlanjutan kehidupan serta keanekaragaman hayati. day/sathya