LifeStyle

Selamatkan Lahan Pertanian di Badung, Jro Mangku Made Sudiana Gandeng Petani Wujudkan Management Pertanian Modern

305 Views

BADUNG, OborDewata.com – Tekat, Upaya dan kerja keras perlu terus dilakukan untuk menyelamatkan Iahan pertanian, khususnya di Kabupaten Badung agar tidak habis terjual, melalui langkah- langkah strategis dan cerdas untuk membenahi pola dan sistem management pertanian di Kabupaten Badung harus dibangun sehingga langkah-langkah jelas menuju visi Pertanian Modern. Sejatinya, Kabubaten Badung dengan kemampuan anggaran yang memadai sangat memungkinkan membangun Pertanian yang Modern, tinggal Bupati yang menetapkan Kapala Dinas yang ekspert atau mempunyai keahlian di bidang pertanian, selanjutnya menetapkan program strategis lintas sektoral dalam rangka pemberdayaan sumber daya pertanian.

Prestige Petani harus dibangun sehingga tidak lagi terkesan kotor, bodoh dan miskin sehingga generasi muda semakin tertarik untuk menggeluti profesi petani karena imagenya semakin baik karena secara teknis sudah ada sentuhan teknologi tinggi bahkan dilengkapi dengan aplikasi yang terkoneksi melaluu ponsel. Di daerah Badung Selatan yang rata-rata Iahan pertaniannya hampir habis diekploitasi oleh sektor pariwisata, meskipun pemerintah sudah menetapkan RTRW, namun tetap saja ada banyak yang melanggar demi meraup keuntungan dengan melupakan aturan yang ada. Adanya bentuk pelanggaran juga dikarenakan, adanya hasil pertanian yang tidak bisa mensuport hidupnya, sehingga otomatis pemilik Iahan pertanian demi bisa berkehidupan yang layak akhrinya banyak yang menjual atau mengkontrak Iahan akibat tergiurnya oleh harga yang ditawarkan, bahkan secata masiv, perpindahan kepemilikan sudah merambah ke Badung tengah bahkan di Derah Petang pun tidak luput dari incaran investor dan daya tahan masyarakatpun sudah semakin goyah dan pasrah.

Maka dari itu, untuk mempertahankan lahan pertanian, pengusaha multi bisnis asal Desa Canggu, Badung, I Made Sudiana langsung mengambil inisiatif dan berinovasi di bisnis pertanian dengan menyumbangkan ide-ide kreatif, dengan pengelolaan pertanian dengan managemen modern dimana hasil produksi berorientasi pasar strategis. Untuk mempengaruhi mindset atau pola pikir para petani, Salah satu caranya dengan menggandeng petani sebagai partner, agar bisa saling memahami, sehingga para petani bisa lebih maju dan modern dalam pengelolaan sistem pertanian dan mampu memilih pasar strategis yang mempunyai daya beli yang bagus. Dirinya mengakui mengawali upaya ini dengan menata pengelolaan pertanian berbasis pasar, karena bertani sesuai dengan kebutuhan pasar sangat banyak tantangannya. Sebab dirinya berorientasi bukan sekedar kuantitas produksi, tetapi memproduksi produk pertanian yang tepat dan nerkualitas serta kontinyu, bukanlah perkara mudah.

“Kita harus bangun kesadaran para petani, dan jangan sampai petani hanya bisa menanam, namun petani juga harus bisa managemen. Apa yang perlu ditanam? Bagaimana berproduksi untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi, yang sesuai dengan kebutuhan pasar? Artinnya ada kualitas, kuantitas, kontinyuitas, dan petani juga tidak mengandalkan musim, di mana petani bisa memproduksi sepanjang tahun,” ungkapnya ketika ditemui pada saat penanam perdana bibit alpukat bersama para petani di Jempanang, Desa Bilok Sidan, Kecamatan Perang, Badung, pada Minggu (25/9/2022).

Pada kesempatan itu, Made Sudiana juga ikut langsung melakukan proses penanaman perdana 450 batang dari 9 jenis bibit alpukat, yakni Alpukat Hass, Pinkerton, Reed vietnam, Bokong Ten, Tan Bich, Aligator, Miki, Markus, dan Kendil. Mantan Wakil Bupati Badung ini, mengakui memang bukan dasarnya seorang petani, tetapi dirinya berharap pertanian akan menjadi fashionnya sehingga ada tekat untuk terus belajar dan mempraktekkan secara tekun bersama petani membangun pertanian modern.

Apalagi kontur tanah di Badung sangat subur baik dataran rendah, sedang bahkan di elevansi diatas 1000 MDPL, sangat cocok dikembangkan tanaman sayur mayur, buah-buahan bahkan untuk pengembangan perikanan dan peternakan, ditambah dengan suport pasar strategis yaitu hotel dan restaurant. Tinggal membangun kemampuan untuk bisa menterjemahkan kebutuhan hotel dan restauran terhadap komoditas pertanian kepada petani. Hal tersebutlah yang menjadi dasar awal melakukan produksinya, dan mempertimbangkan topografi wilayah pertanian, memilih jenis budi daya yang cocok untuk ditanam dan terus berusaha meningkatkan kemampuan teknis budi daya. Dan peran pemerintah jangan hanya menyalurkan bibit dan pupuk saja, edukasi juga sangat diperlukan oleh petani untuk menghasilkan produksi yang diperlukan dan berkualitas tinggi. Karena itu, petani dengan suport pemerintah harus memiliki kemampuan managemen, sehingga petani mampu memproduksi secara kontinyu, dengan standar kualitas yang memadai serta kuantitas yang cukup. ” tutup mantan Anggota DPRD Badung dua periode itu. sathya/ama/yar